Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Puluhan Siswa Diamankan Karena Terlibat Tawuran di Jalan Diponegoro

 

Puluhan Siswa Diamankan Karena Terlibat Tawuran di Jalan Diponegoro

SALATIGA—Aksi tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Salatiga, Senin (9/6) siang. Puluhan pelajar yang terlibat tawuran berasal dari SMK dr Cipto Ambarawa, SMK Islam Sudirman Ungaran, SMA N 1 Pringapus dan SMK Muhamadiyah Salatiga. Karena kejadian ini, Sebanyak 58 siswa diamankan oleh aparat Polres Salatiga.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kejadian berawal saat 10 siswa SMK Muhamadiyah Salatiga  yang sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan tiba-tiba diserang dengan lemparan batu oleh puluhan siswa dari wilayah Kabupaten Semarang yang saat itu menumpang bus Sukses jurusan Ambarawa-Salatiga.

Puluhan Siswa Diamankan Karena Terlibat Tawuran di Jalan Diponegoro

Tidak berhenti sampai di situ, dua siswa yang melakukan penyerangan juga kedapatan membawa gir sepeda motor yang telah diikat dengan sabuk kain. “Saat itu, saya dan beberapa teman sedang menunggu bus, tiba-tiba mereka menyerang dengan batu dan gir sepeda motor. Salah satu teman kami terluka karena kejadian ini,” ungkap salah satu siswa SMK Muhamadiyah Salatiga.

Akibat kejadian ini, sejumlah warga menjadi panik dan berlarian menghindari lemparan batu. Salah seorang warga kemudian berinisiatif menghubungi petugas Polres Salatiga. Setelah mendapatkan laporan, aparat kepolisian langsung menuju ke lokasi dan mengamankan  58 siswa untuk di bawa ke Polres Salatiga.

“Mereka kami tangkap untuk dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pihak sekolah juga sudah kami panggil,” terang Kapolres Salatiga, AKBP Dwi Tunggal Jaladri.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA N 1 Pringapus, Sutarsono mengaku kaget dengan diamankannya 19 siswa dari SMA N 1 Pringapus. Sutarsono yang datang ke Polres Salatiga setelah mendapat laporan tersebut menyatakan akan melakukan pembinaan kepada siswa dan memanggil orang tua siswa ke sekolah.

“Sekolah kami baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. Anak-anak yang ikut tertangkap juga saya lihat bukan termasuk yang sering membuat keributan di sekolah. Namun demikian, kami tetap kan membina siswa-siswa tersebut dan memanggil orang tua mereka ke sekolah,” pungkasnya. (Gigih Taja/jurnalwarga)

Komentar Anda

You might also likeclose