Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Puluhan Siswanya Ditangkap di Salatiga, Kepala Sekolah SMK Dr Cipto Mengaku Kecolongan

Puluhan Siswanya Ditangkap di Salatiga, Kepala Sekolah SMK Dr Cipto Mengaku Kecolongan

SALATIGA—Aksi penyerangan yang dilakukan oleh puluhan siswa dari tiga SMK di Kabupaten Semarang terhadap dua siswa SMK Muhamadiyah Salatiga pada Senin (9/6) kemarin membuat pihak sekolah merasa kecolongan . Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK Dr Cipto, Budi Raharjo kepada jurnalwarga.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/6).

“Kami merasa kecolongan, padahal kami sudah bekerjasama dengan aparat Polsek Ambarawa untuk melakukan pengawasan selama beberapa hari di titik-titik kumpul mereka. Kami memang sudah mencium ada rencana dari para siswa untuk melakukan penyerangan ke Salatiga. Sejak beberapa hari kami melakukan pemantauan, ternyata Senin (kemarin) terjadi betul,” terangnya.

Terkait hal ini, Budi mengatakan sudah memberikan surat panggilan kepada para orang tua siswa untuk datang ke sekolah. Budi juga menambahkan, di antara para siswa yang terlibat penyerangan, ada beberapa yang kemudian diketahui bukan dari sekolah binaannya.

“Setelah kami lakukan pengecekkan, ternyata ada sejumlah anak yang bukan siswa kami namun mengaku dari sekolah kami. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami untuk melakukan upaya-upaya pencegahan agar tidak terulang di kemudian hari,” jelasnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah SMK Muhamadiyah Salatiga, Muhammad Busri mengatakan, dalam hal ini, para siswanya dalam posisi diserang dan tidak mengetahui duduk permasalahan. Busri mengaku pihaknya sudah memberikan pembinaan kepada seluruh siswa agar berhati-hati saat menunggu bus di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Salatiga.

“Siswa kami tidak tahu apa-apa tiba-tiba diserang. Dari keterangan pihak polisi, dua siswa kami memang berstatus sebagai korban. Jadi, peristiwa kemarin itu bukan tawuran tapi penyerangan,” pungkasnya.

 

Komentar Anda

You might also likeclose