Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Warga Noloprayan, Pertanyakan Program Bedah Rumah Yang Tidak Tepat Sasaran

Warga Noloprayan, Pertanyakan Program Bedah Rumah Yang Tidak Tepat Sasaran

Suruh-Beberapa warga Desa Jatirejo, Dusun Noloprayan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, mempertanyakan Hak Mereka Senin (1/12/2014),yang seharusnya menerima jatah pembedahan rumah yang di diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) beberapa waktu lalu.

Dalam program Bedah Rumah di Dusun Noloprayan ini, sedikitnya terdapat empat Rumah yang tidak mendapat bantuan Bedah Rumah, padahal seharusnya ke empat rumah tersebut harus mendapat jatah Program Bedah Rumah, karena kondisi yang memang membuat rumah tersebut layak untuk mendapat Jatah Bedah Rumah.

Bahkan terdapat pula warga yang harusnya tidak berhak namun malah mendapat jatah program tersebut. Yakni seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mendapatkan jatah dari program bedah rumah. Seperti yangt diungkapkan Sriyanto, perwakilan dari warga yang mempertanyakan haknya.

“Ironisnya, yang menggantikan posisi mereka yang harusnya tidak menerima ini adalah warga mampu bahkan ada pula berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni guru SD di Karangjati, Kabupaten Semarang,” ungkap Sriyanto.

Empat KK yang mengaku telah didata dan tidak menerima namun justru diambil alih warga yang mampu diantaranya Sonhaji Rono (52) warga RT 03 RW II, Sukeri (44) warga RT 04 RW II, Sunoto warga RT 02 RW II serta Mahyudin RT 03 RW II. Ke empatnya adalah petani dan buruh bangunan dengan kondisi rumah memprihatinkan.

Dari data dimiliki Sriyanto, di wilayah Desa Jatirejo, sendiri dengan jumlah KK kurang lebih 176 yang di acc (mendapatkan hak bedah rumah) sebanyak 118 KK. Namun hingga kini masih terdapat beberapa KK yang sudah didata yang rumahnya masih belum dibedah. Bahkan dalam program ini terdapat warga yang menggunakan jatahnya untuk membangun toko, yang mana hal tersebut memang seharusnya tidak bisa dilakukan.

Saat warga mempertanyakan hak mereka kepada Kepala Dusan (Kadus) setempat, Buseri, dirinya tidak tahu jika ada temuan seperti itu.

“Katanya tidak tahu sampai ada penyewengan data. Jika memang ada temuan seperti itu, kami diminta lapor langsung ke kabupten kepada pihak terkait karena katanya dia (Buseri) tidak tahu,” ungkap Sukeri

Buseri sendiri saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa dirinya memang tidak tahu perihal temuan tersebut, Buseri mengaku pada saat survey dirinya hanya mendampingi saja.

“Saya justru baru tau kalau program bedah rumah ini ada warga saya yang telah didata namun justru tidak mendapatkan dan haknya diterima KK yang bukan haknya. Saat itu, tim survey tidak menyebut perwakilan perusahaaan apa. Saya cuma mendampingi saja. Dan baru ini saya tahu ada masalah,” pungkasnya, Senin (1/12/2014). (pa/jurnalwarga)

Komentar Anda

You might also likeclose