Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Mengenang Fatkhun Nadjib, Offroader Kelahiran Salatiga Yang Tewas di Tol Cipularang

Mengenang Fatkhun Nadjib, Offroader Kelahiran Salatiga Yang Tewas di Tol Cipularang

Fatmawati saat mengunjungi makam Fatkhun

Salatiga-Tewasnya offroader senior Fatkhun Nadjib AS, 50, warga Depok akibat ditabrak pengendara sedan yang tak dikenal di Tol Cipularang pada Sabtu (29/11) malam meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar dan rekan-rekannya di Salatiga. Pria yang akrab disapa Pakde Nadjib ini merupakan putera pertama dari lima bersaudara pendiri Pondok Pesantren An Nida Ledok, Argomulyo, Almarhum Kh Ali As’ad. Nadjib juga tercatat sebagai salah satu alumni SMA N 1 Salatiga angkatan 1983.

Adik perempuan Nadjib, Fatmawati, 39, menuturkan, Nadjib merupakan sosok kakak yang sangat perhatian dengan keempat adiknya. Saat ditemui jurnalwarga.com di rumahnya pada Rabu (3/12), Fatma menuturkan, kejadian yang menimpa kakaknya tersebut membuat keluarga dan rekan-rekannya di Salatiga kaget. Pasalnya, sepekan sebelum kejadian, Nadjib pulang ke Salatiga dan seperti biasa, dirinya menyambangi beberapa rekan masa mudanya sesama penggemar off road.

“Sepekan sebelum kejadian, beliau pulang ke Salatiga, katanya kangen sama ibu. Saat pulang, seperti biasa Mas Nadjib menyambangi beberapa rekannya sesama pecinta off road di Salatiga. Tidak ada firasat apapun yang kami rasakan. Mas Nadjib seringkali bercanda dan akrab dengan semua orang tanpa membedakan,” terang Fatma.

Di mata, keluarga, Nadjib dianggap sebagai pengganti sang ayah yang sudah lebih dahulu meninggal pada 2003 lalu. Nadjib tipikal orang yang pemberani dan rela berkorban demi keluarga dan rekannya. Fatma menambahkan, kejadian yang menimpa Nadjib tersebut kian menguatkan predikat yang disematkan keluarga dan rekan-rekannya di Salatiga yakni sebagai super hero.

Beberapa kali Nadjib terlibat dalam kegiatan sosial sebagai relawan saat terjadi bencana alam di berbagai daerah. Bahkan karena seringya bergelut dengan dunia off road, Nadjib sempat berseloroh kepada Fatma jika suatu saat meninggal dunia, Nadjib ingin potongan-potongan ban mobilnya menjadi pengganti bunga tabur untuk makamnya.

Meskipun tidak meninggalkan firasat apapun sebelum kejadian, Fatma mengaku Nadjib sempat mengirim pesan via whats app messenger yang berisi ayat-ayat Alquran. Fatma mengatakan, hal tersebut jarang sekali dilakukan oleh Nadjib kepadanya. “Beberapa waktu lalu, beliau mengirim pesan yang isinya salah satu ayat di Alquran dan berpesan agar saat bersedih, Alquran adalah jawaban dari Allah untuk kita,” terang Fatma mengenang kepergian kakanya.

Mengenang Fatkhun Nadjib, Offroader Kelahiran Salatiga Yang Tewas di Tol Cipularang

Fatmawati bersama Dian sahabat Fatkun yang datang dari Bogor untuk menginjungi makam Fatkhun

Hal yang sama diungkapkan oleh sahabat Nadjib dari Bogor, Dian Suwono, 49. Dian yang kebetulan baru saja tiba dari Bogor untuk melihat makam Nadjib mengutarakan Nadjib merupakan sosok bapak bagi para sahabatnya sesama perantau di Jakarta. Nadjib dikatakan sebagai pria yang ringan tangan saat rekannya mengalami kesulitan dalam hal apapun.

“Kami sesama perantau, saat kami di Jakarta, para sahabat yang sering berkumpul dengan beliau menganggapnya sebagai sosok ayah bagi kami, meskipun masih ada sahabat yang usianya lebih tua dari beliau,” terangnya.

Terkait dengan belum tertangkapnya pengendara mobil sedan yang menabrak Nadjib, baik keluarga dan sahabat Nadjib meminta pengendara yang belum diketahui identitasnya tersebut segera menyerahkan diri. Meskipun sudah mengikhlaskan kepergian Nadjib, Fatma dan Dian berharap atas nama kemanusiaan, pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Nadjib segera mendatangi pihak keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf.

“Atas nama kemanuisaan, kami meminta pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya kakak kami segera menyerahkan diri dan meminta maaf. Kami sudah mengikhlaskan kepergian kakak kami, tapi kami juga ingin mengetahui siapa yang menyebabkan beliau tewas,” pungkas Fatma.

Nadjib dimakamkan di kompleks pemakaman muslim An Nida, Gendongan, di samping makam ayahnya pada Minggu (30/11) lalu. Ribuan pelayat baik dari Salatiga dan Depok memadati Pondok Pesantren An Nida untuk mengantarkan sang offroader senior ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Komentar Anda

You might also likeclose