Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Tugce Albayrak, Wanita Yang Meninggal Akibat Menolong 2 Gadis Remaja Yang Dianiaya

Tugce Albayrak, Wanita Yang Meninggal Akibat Menolong 2 Gadis Remaja Yang Dianiaya

Tugce Albayrak, pahlwan bagi Jerman. sbr gbr reuters

Berlin-Presiden Jerman Menjadikanya sebagai suri teladan, pemakanya dikunjungi oleh ribuan warga, berbagai media jerman menyanjungnya sebagai Pahlawan. Bahkan sebuah petisi online yang dibubuhi 170 ribu tanda tangan meminta pemerintah menganugerahkan penghargaan tertinggi, Order of Merit, pada almarhumah secara anumerta.

Dia adalah Tugce Albayrak, wanita berusia 23 tahun tersebut akan dikenang sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan 2 gadis remaja yang dilecehkan secara seksual oleh sekelompok Pria.

Kejadian bermula Tugce Albayrak pada Sabtu (15/11/2014) dini hari, mendengar teriakan dua gadis remaja yang berada di Toilet sebuah restoran cepat saji Mc Donald’s Offenbach, dekat Frankfurt, Jerman. Kedua gadis tersebut rupanya menjnadi bulan-bulanan oleh sekelompok pria, tidak hanya itu, merekapun telah dilecehkan secara seksual oleh sekelompok pria tersebut.

Melihat hal tersebut Albayrak memilih mengambil tindakan. Dirinya menerobos masuk mencoba menyelamatkan para korban, sempat terjadi pertngkaran antara Albayrak dan para pelaku, namun akhirnya dia berhasil menyelamatkan para korban. Tidak hanya sampai disitu, para pelaku ternyata ingin membalas dendam dengan Mahasiswi jurusan Keguruan ini, mereka sudah menunggu di luar restoran. Sebuah pukulan yang mendarat di kepala Albayrak membuatnya jatuh di lantai semen hingga menyebabkanya tidak sadarkan diri.

Albayrak kemudian dilarikan ke rumah sakit, dirinya akhirnya meninggal tepat pada ulang tahunya yang ke 23 setelah terbaring koma selama 2 minggu, yaitu pada Jumat(28/11/2014). Kematiannya menjadi duka cita mendalam, tak hanya bagi keluarganya, tapi seluruh rakyat Jerman, dan dunia seperti dilansir dari liputan6.com Sabtu (6/12/2014).

Tugce Albayrak, Wanita Yang Meninggal Akibat Menolong 2 Gadis Remaja Yang Dianiaya

pemakamnya dihadiri ribuan masyarakat. sbr gbr yahoo news

Albaryak dimakamkan secara muslim, Pemakanya pada Rabu (3/12/2014) lalu dikunjungi oleh ribuan warga yang hendak memberikan penghormatan terakhir dan menyaksikan sosok pahlawan mereka dikebumikan ke liang lahat, bendera Jerman dan Turki dikibarkan dalam pemakaman tersebut, berbagai stasiun tv  menyiarkanya secara langsung.

Joachim Gauck, Presiden Jerman ini menyebutnya sebagai sosok yang patut dicontoh, sementara Kanselir Angela Merkel mengungkapkan simpati mendalam pada almarhumah. Berbagai media massa Jerman memuji almarhumah. “Jerman mengantar kepergian seorang pahlawan. Kita semua menangis untuk Tugce,” demikian headline koran Bild.

McDonald’s pun memasng iklan satu halaman penuh diberbagai media massa jerman dan turki, berisi ucapan doa dan duka cita. “Ia kehilangan nyawa karena menolong sesama.”

Tugce Albayrak, Wanita Yang Meninggal Akibat Menolong 2 Gadis Remaja Yang Dianiaya

Kematian Tugce Albayrak merupakan momentum bagi masyarakat, bahwa rasa kemanusiaan dalam manusia masih ada, dan Tugce Albayrak membuktikanya seperti yang diungkapkan salah seorang palayat, Zejnep Haliti.

“Ini adalah momentum yang menggetarkan jiwa. Almarhumah telah menunjukkan keberaniannya dalam menegakkan moralitas. Menurutku, kita semua berhutang padanya, juga pada orangtua yang berhasil mendidiknya menjadi seorang gadis yang luar biasa,” ungkapnya.

“Kami akan merindukan Tugce, terutama senyumannya yang hangat,” kata sang ayah, Ali, seperti jurnalwarga lansir dari Liputan6.com yang melansir dari situs Deutsche Welle.

Pada usianya yang ke 23, Tugce Albayrak seharusnya bisa memilih, menjadi warga negara Jerman atau Turki. Namun sayang, ia tak sempat menjatuhkan pilihan, kini ke 2 negara akan mengenangnya sebagai pahlawan. Keluarga Albayrak sendiri bermigrasi dari turki ke jerman pada tahun 1970-an. (pa/jurnalwarga)

Komentar Anda

You might also likeclose