Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Hindari Bencana, Tradisi Saparan di Randuacir Pantang Gelar Pertunjukan Wayang

Hindari Bencana, Tradisi Saparan di Randuacir Pantang Gelar Pertunjukan Wayang

ARGOMULYO–Tradisi sukuran yang dilaksanakan setahun sekali dalam momen bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau yang sering disebut dengan Tradisi Saparan masih lekat dalam budaya masyarakat di wilayah Salatiga. Ada yang menarik dari tradisi saparan di wilayah Kelurahan Randuacir, Argomulyo di mana saat ini ada mitos bahwa jika warga menggelar pagelaran wayang kulit maka akan terjadi mala petaka.

Konon jika pantangan tersebut ini dilanggar akan ada kejadian yang menelan korban jiwa. Salah satunya seperti penuturan Sutijan,66, sesepuh Dusn Tetep Randuacir. Sutijan mengatakan pada awal tahun 1990 lalu pernah ada warga yang menggelar hajatan dengan menanggap kesenian wayang kulit dengan lakon Anoman Obong dan beberapa hari kemudian salah satu anggota keluarga yang menggelar hajatan meninggal dengan kondisi terbakar.

“Dulu pernah ada gelaran wayang kulit dengan lakon Anoman Obong. Selang beberapa hari kemudian, salah satu keluarga yang menggelar hajatan meninggal karena terbakar,” terang Sutijan saat ditemui jurnalwarga.com di sela-sela persiapan Saparan, Rabu (10/12).

Sutijan menambahkan, kejadian lain juga pernah dialami oleh warga lainnya yang menggelar acara wayang kulit dengan lakon Babad Alas. Beberapa hari kemudian ada kejadian saling bunuh antar anggota keluarga hingga menyebabkan beberapa orang dari satu keluarga tewas. Percaya atau tidak, yang jelas mitos mengenai pantangan menggelar pertunjukan wayang di Dusun Tetep ini masih dipercaya masyarakat hingga sekarang. Tradisi Saparan yang diwarisi secara turun temurun pun masih dilaksanakan dengan menghindari pantangan tersebut.

“Kalau dulu setiap saparan yang di tanggap tayub kalu sekarang kami selalu menyajikan ketoprak dalam menggelar acara Saparan di setiap tahunnya” kata Sutikno (46) ketua RW setempat. (Gigih Taja)

Komentar Anda

You might also likeclose