Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Bencana Banjarnegara : Gubernur Jateng Wacanakan Transmigrasi Bagi Warga Karangkobar

Bencana Banjarnegara : Gubernur Jateng Wacanakan Transmigrasi Bagi Warga Karangkobar

SALATIGA—Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewacanakan program transmigrasi terhadap penduduk yang menempati lahan rawan longsor di wilayah Banjarnegara. Hal ini disampaikan Ganjar di sela-sela kunjungannya ke DPRD Salatiga, Senin (15/12).

Ganjar mengatakan, fokus penanganan bencana longsor Banjarnegara saat ini terkonsentrasi pada upaya evakuasi korban yang diperkirakan mencapai ratusan jiwa tersebut. “Kami masih fokus pada proses evakuasi. Hari ini (Senin) akan ada sejumlah eskavator yang didatangkan untuk membantu proses evakuasi tersebut,” ungkapnya.

Terkait rencana transmigrasi Ganjar mengaku hal tersebut sudah dikonsultasikan kepada pakar Geologi Universitas Gajah Mada (UGM). Saat ini, kata dia, para pakar telah melakukan pemantauan wilayah rawan longsor di Banjarnegara dengan teknologi drone [pesawat tanpa awak]. “Kami merencanakan program transmigrasi lokal. Tentu hal ini akan terlebih dahulu diawali dengan mengkaji wilayah di Banjarnegara. Kami sudah berkonsultasi dengan sejumlah pakar soal wacana ini,” terang Ganjar.

Sementara itu, terkait dengan langkah penanganan pascabencana di Banjarnegara, Ganjar mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah dalam kondisi siap untuk mengupayakan pemulihan pascabencana. Selain itu, Ganjar memastikan semua logistik untuk para pengungsi di Banjarnegara telah dipersiapkan.

“Semua logistik kami pastikan bisa terpenuhi. Beberapa kendala misalnya seperti akses menuju lokasi pengungsian akan segera diupayakan untuk diperbaiki sehingga membantu kelancaran pengiriman logistik,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, bencana longsor yang menimpa Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara pada Jumat (12/12) sore telah menyebabkan satu dusun yakni Dusun Jemblung di Desa Sampang tertimbun longsor. Seratusan orang diperkirakan tewas tertimbun longsoran tanah, 32 jenazah telah dievakuasi sementara 76 korban lainnya masih dalam pencarian. (Guruh Cahyono)

Komentar Anda

You might also likeclose