Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Seniman Donna Backues Lestarikan Batik Indonesia di Amerika

Seniman Donna Backues Lestarikan Batik Indonesia di Amerika

VOA

Pernah tinggal di Indonesia selama 18 tahun telah membuat Donna Backues, seniman asal Amerika Serikat, cinta terhadap Indonesia. Ikatan yang kuat dengan Indonesia terus terjalin setelah perempuan kelahiran 1962 ini kembali ke Amerika dan menetap di daerah selatan kota Philadelphia yang terletak di negara bagian Pennsylvania.

Sambil mengurus anak pertamanya yang pada waktu itu masih berusia dua bulan, alumni S2 dari Pennsylvania Academy of the Fine Arts di Phiadelphia dengan latar belakang di bidang desain grafis ini mendapat kesempatan untuk belajar membatik di sebuah pabrik batik kecil di Bandung. Ilmu membatik tersebut terus digelutinya hingga sekarang.

Dua kali seminggu Donna mendatangi pabrik tersebut untuk mempelajari seni batik tulis dan batik cap selama lebih dari dua tahun. “Itu juga membuat saya bisa belajar Bahasa Indonesia, karena waktu itu saya tidak bisa sama sekali,” ujar perempuan yang masih fasih berbahasa Indonesia ini sambil tertawa.

Setelah delapan tahun tinggal di Bandung, Donna dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Tasikmalaya dan tinggal di dekat Dadaha selama sepuluh tahun.

Di Tasikmalaya ia ikut membantu suaminya mendirikan dan mengurus sebuah yayasan bernama Yayasan Sumbangsih Nuansa Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan primer, pertanian, produksi impor dan ekspor kerajinan tangan, pendidikan, perkreditan, dan kesenian.

Pada tahun 2007 Donna memutuskan untuk kembali ke Amerika, karena kedua anaknya sudah mulai besar. Walaupun menurut Donna anak-anaknya lebih senang tinggal di Indonesia.

Sekembalinya ke Amerika, Donna sebenarnya tidak tertarik untuk membatik, karena ia tidak memiliki ruangan yang luas di rumahnya

Ia kemudian mengikuti American Batik Design Competition 2013 yang diadakan oleh kedutaan besar republik Indonesia di Washington, D.C. pada tahun 2013. Hadiahnya adalah tur batik bersama dua pemenang lainnya ke Pekalongan. Sejak itu Donna sering diminta untuk mengajar membatik dan kerap kali mengadakan pameran batik dan juga lokakarya membatik. Elemen-elemen Indonesia ia tampilkan dalam karya-karyanya.

Karya-karya batik Donna banyak mendapat pujian dari masyarakat lokal AS. Namun, sebagian besar dari mereka tidak tahu apa itu batik.

Prestasi Donna dalam menghasilkan karya seni membuahkan hadiah Art and Change Grant sebesar 30 juta rupiah dari yayasan Leeway Foundation di Philadelphia. Dari ratusan orang yang mendaftar, ia menjadi salah satu dari 30 pemenang yang berhasil terpilih untuk mendapatkan dana tersebut.

Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk membuka kelas membatik yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia di Amerika. (Gigih taja)

Sumber: VOA INDONESIA

Komentar Anda

You might also likeclose