Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Ditinggal Pergi Istri, Pemuda Canden Gantung Diri

Ditinggal Pergi Istri, Pemuda Canden Gantung Diri

Jenazah korban, Benny Saputra, sesaat setelah diperiksa oleh dokter dan tim kedokteran Polres Salatiga.

SALATIGA—Benny Saputra, 24, warga Canden RT 11/RW 07, Kutowinangun, Tingkir ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya pada Selasa (23/12) siang. Jenazah korban ditemukan pertamakali oleh para tetangga yang mendobrak pintu rumah korban setelah curiga lantaran korban tidak terlihat keluar rumah sejak pagi.

Sebelum tewas, korban sempat meninggalkan pesan melalui surat yang ditulis di secarik kertas kepada istrinya, Sri Budiarti, 20. Tetangga korban menyebut, pasangan suami istri yang memiliki satu anak tersebut memiliki hubungan yang kurang harmonis.

Kepada istrinya, korban mengatakan meminta maaf karena sering berlaku kasar dan belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga secara layak. Sri sendiri kemudian datang ke rumah korban setelah dijemput oleh tetangga korban. Sri terlihat syok melihat rumah suaminya tersebut telah dipasangi garis polisi dan dikerumuni warga.

Ditinggal Pergi Istri, Pemuda Canden Gantung Diri

Istri korban, Sri Budiarti menangis saat mengetahui suaminya tewas gantung diri

“Beberapakali kami ribut, karena saya sudah tidak tahan lalu saya pulang ke rumah orang tua di Kauman Kidul. Saya tidak tahu kalau harus berakhir seperti ini, saya kaget dan menyesal,” terang Sri yang datang bersama anak dan adiknya ke rumah korban.

Sementara itu, Kapolsek Tingkir Kompol Wawan membenarkan bahwa korban tewas karena gantung diri. Wawan menambahkan, penyebab korban gantung diri karena korban mengalami masalah keluarga dan ditinggal oleh istrinya. Korban, menurut Wawan sudah tewas sekitar 12 jam sebelum akhirnya ditemukan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dengan disaksikan oleh perwakilan warga, korban murni tewas karena gantung diri. yang bersangkutan sempat menulis pesan kepada istrinya yang isinya permintaan maaf,” terangnya.

Setelah dilakukan musyawarah antara pihak polisi dan warga, akhirnya korban tidak dibawa ke RSUD Salatiga dan akan segera dimakamkan sembari menunggu kedatangan ayah korban yang berada di Semarang. (Ipank/Gigih/jurnalwarga)

Komentar Anda

You might also likeclose