Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

Penyaluran BSM SD-SMP di Salatiga Dinilai Tak Tepat Sasaran

Penyaluran BSM SD SMP di Salatiga Dinilai Tak Tepat Sasaran

SALATIGA – Penyaluran bantuan siswa miskin (BSM) pada tingkat SD – SMP di Salatiga dinilai tidak tepat sasaran. Hal ini didasarkan adanya beberapa siswa SMP negeri yang berasal dari kalangan keluarga ekonomi menengah yang masih menerima bantuan tersebut.

Kondisi tersebut sangat dikeluhkan oleh sejumlah warga warga. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Marsal Guru Singa, warga Bugel, Sidorejo. Marsal mengaku di kampungnya terdapat penerima BSM yang tidak tepat sasaran. “ Di kampung saya, anak pegawai PTPN IX Jateng tiap tahun malah menerima BSM. Padahal setiap bulan, hidupnya sudah ditanggung oleh PTPN IX. Sementara siswa yang benar-benar miskin malah tidak dapat bantuan,” Terangnya, kemarin.

Atas dasar hal tersebut itu, Marsal berharap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga agar lebih selektif saat akan memberikan bantuan pendidikan dalam bentuk apapun, termasuk BSM. Marsal juga mengatakan, ke depan penyaluran BSM seharusnya bisa lebih baik dan tidak ada siswa mampu yang menerima bantuan. “Penerimanya utamakan siswa yang benar-benar miskin. Sehingga tidak ada lagi siswa miskin yang tidak tersentuh program BSM,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Tedjo Supriyanto menjelaskan, penyaluran BSM didasarkan pada pengajuan dari pihak sekolah masing-masing siswa. Selain itu, dasar pemberian bantuan adalah dengan menyertakan surat keterangan miskin dari RT, RW dan keluarahan.

“Secara regulasi penyaluran BSM sudah benar. Namun sejauh ini memang tidak ada cek di lapangan, sehingga tidak ada kepastian apakah siswa yang mengajukan bantuan benar-benar miskin atau tidak,” ucapnya.

Tedjo menyatakan, pada penyaluran BSM 2015 nanti pihaknya akan lebih selektif. Tedjo juga mengaku , Disdikpora juga akan meminta semua sekolah agar melakukan pengecekan disemua rumah siswa yang mengajukan bantuan guna memastikan kondisi riil sosial ekonominya.

“Kami sudah memerintahkan semua kepala sekolah untuk mengecek kondisi riil ekonomi siswa yang mengajukan BSM. Dengan demikian akan diketahui secara pasti kondisinya. Dan siswa yang mampu akan dicoret dari daftar penerima BSM,” pungkasnya. (Guruh Cahyono)

Komentar Anda

You might also likeclose