Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

2015, Mafia Proyek di Salatiga Bakal Tiarap

2015, Mafia Proyek di Salatiga Bakal Tiarap

SALATIGA—Maraknya rumor mengenai adanya mafia proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mendapat tanggapan serius dari para pimpinan penegak hukum di Salatiga. Terkait hal ini, Ketua Pengadilan Negeri (PN) , Jony Witanto dan Kapolres Salatiga AKBP RH Wibowo telah sepakat untuk mengawal seluruh proses pelaksanaan lelang proyek di lingkungan Pemkot Salatiga. Berikut penuturan kedua anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Salatiga kepada jurnalwarga.com, Selasa (30/12).

Ketua PN, Jony Witanto bahkan menyatakan telah mewanti-wanti seluruh pihak yang terlibat dalam proses lelang proyek di lingkungan Pemkot Salatiga untuk tidak melakukan persekongkolan tender atas pelaksanaan semua proyek di Salatiga. Jony mengemukakan, persekongkolan tender yang dimaksud adalah adanya transaksi jual beli proyek yang disinyalir masih terjadi pada tahun anggaran 2014.

“Jika ada pihak yang melakukan persekongkolan tender, kami dengan Kapolres telah siap pasang badan untuk menindaknya. Kami masih melihat ada sejumlah temuan kasus proyek di Salatiga mencuat akibat adanya persekongkolan tersebut,” tegas Jony.

Jony menjelaskan, kasus korupsi di Salatiga banyak disebabkan karena adanya ulah mafia proyek yang menjual sejumlah proyek-proyek besar di Salatiga. Modus yang digunakan, kata dia adalah dengan meminta sejumlah uang kepada para peserta lelang proyek sebagai uang muka untuk mendapatkan proyek di Salatiga. Meskipun enggan menyebutkan nama, Jony mengaku telah mengantongi informasi terkait pihak-pihak yang bermain proyek yang merugikan uang rakyat tersebut.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Kapolres Salatiga, AKBP RH Wibowo. Mantan Kasatreskrim Polres Manado ini bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkot Salatiga dan DPRD Salatiga untuk memantau pelaksanaan lelang proyek mulai dari pembahasan anggaran di DPRD hingga pelaksanaan proyek di lapangan.

“Saya rasa, jika semua tahapan dilakukan dengan semestinya, tidak perlu ada rasa takut untuk mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkot Salatiga. Kami berkomitmen akan mengawal proses tersebut hingga semua tahapan proyek di Salatiga selesai,” terangnya.

Kapolres juga menambahkan, pihaknya tidak akan tebang pilih terhadap pengungkapan sejumlah kasus proyek yang bermasalah di Salatiga. “ Siapapun pihak yang terlibat kami tidak akan tebang pilih. Masyarakat bisa memantau jika memang ada temuan-temuan ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek di Salatiga. (Guruh Cahyono)

Komentar Anda

You might also likeclose