Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Soal HIV/AIDS di Salatiga, Dari Perilaku Seks Bebas Sejak SMP Hingga 17 Ibu Rumah Tangga di Salatiga Yang Terdeteksi HIV/AIDS

 

Soal HIV/AIDS di Salatiga, Dari Perilaku Seks Bebas Sejak SMP Hingga 17 Ibu Rumah Tangga di Salatiga Yang Terdeteksi HIV/AIDS

SALATIGA—Perilaku seks bebas di kalangan remaja di Salatiga kian mengkhawatirkan. Aktivis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Salatiga, Andreas Bambang saat dihubungi jurnalwarga.com pada Senin (30/12) mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah remaja pelaku seks bebas yang dibimbingnya, sebagian besar pelajar di wilayah Salatiga yang mengaku pernah berhubungan seksual, mulai mengenal hubungan seks sejak usia 14 tahun.

Menurut Andreas, dewasa ini pelaku perilaku menyimpang kalangan remaja sudah merambah semua lapisan masyarakat. Andreas mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan para remaja tersebut,  tidak sedikit dari mereka  yang melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan serta tidak sedikit pula yang melakukannya di rumah mereka. Hal ini bisa menjadi salah satu pintu masuk penularan HIV/AIDS di kalangan remaja Salatiga.

“Dan itu dilakukan berulang-ulang. Yang lebih memperihatinkan lagi, setiap mereka ganti pacar hal itu dilakukannya lagi. Jadi mereka sering berganti pasangan. Sementara mereka tidak paham penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks.Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anaknya,” terang Andreas

Atas dasar itu, Andreas menyarankan kepada pihak sekolah di Salatiga untuk ikut berperan aktif dalam sosialisasi anti seks bebas di kalangan para pelajar. Selain itu, Andreas juga berharap ada inisiatif dari pihak sekolah ataupun orang tua siswa untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi siswa-siswa di Salatiga dalam rangka mendeteksi HIV/AIDS.

Di sisi lain, berdasarkan temuan dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Salatiga, pada 2014 ini ditemukan 19 kasus baru HIV/AIDS di Salatiga. Sementara total keseluruhan kasus HIV/AIDS di Salatiga hingga tahun ini menjadi 183 dengan  53 orang meninggal dunia. Rincian dari 183 penderita HIV/AIDS di Salatiga adalah 31 orang pegawai, 26 orang wiraswasta, 24 wanita penjaja seks (WPS), 23 orang pemandu karaoke, 17 ibu rumah tangga, 9 mahasiswa, 7 buruh serabutan, 4 sopir, 4 pengangguran, 2 petugas parkir, 1 pelaut. 1 pedagang dan lainnya 34 orang.

Komentar Anda

You might also likeclose