Sunday , June 25 2017
Topik Terhangat

Dengan Project Ara, Konsumen Bisa Rakit Sendiri Smartphone Idamanya

Dengan Project Ara, Konsumen Bisa Rakit Sendiri Smartphone Idamanya

Jurnalwarga/Teknologi-Project Ara adalah suatu proyek yang digulirkan oleh Google. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model untuk membuat smartphone yang sangat modular sehingga setiap berganti model dapat menggunakan satu komponen yang sama. Dengan kata lain konsumen dapat merakit sendiri Smartphone idaman mereka.

Google akan menyediakan 3 ukuran bingkai struktural endoskeletal metal yang dikenal sebagai “endos” (kerangka) yakni endos mini yang berukuran seperti Nokia 3310 dengan ukuran 45 x 118 x 9.7 mm, endos medium dengan ukuran 68 x 141 x 9.7 mm dan endos besar 91 x 164 x 9.7 mm. Konsumen bisa memilih sendiri modul yang akan ditanamkan didalamnya seperti  chipset, prosesor, memori, layar, baterai bahkan hingga kamera.

Tidak hanya itu, selain menyediakan modul dengan spesifikasi smartphone pada umumnya (chipset, prosesor, memori, layar, dan kamera)  terdapat juga modul untuk smartphone yang bertujuan lebih spesifik seperti perangkat kedokteran, printer mini, laser pointer, proyektor mini, sensor penglihatan malam, atau tombol kendali game.

Semua modul disediakan oleh Produsen resmi Google store dan juga penjual pihak ketiga. Ponsel Ara phones yang rencanaya akan diluncurkan pada Agustus mendatang ini, hanya akan menerima modul resmi secara bawaan, tetapi pengguna dapat mengubah pengaturan perangkat untuk menerima modul tidak resmi. Seperti Android setiap konsumen akan menerima android dan aplikasi resmi bawaan pabrik, namun bisa android dan aplikasi tersebut diganti atau dicopot dengan cara di-root.

Dengan Proyek ini Google mempunyai target ponsel Ara Phone  akan digunakan oleh 6 miliar orang, termasuk 1 miliar pengguna smarphone dan sisanya ponsel biasa. Untuk Model awal Ara Phone, Google akan memathok harga senilai USD 50 atau Rp. 654 ribu. Model awal Ara Phone dangan harga tersebut sudah termasuk endos (kerangka) layar, baterai, CPU tingkat rendah dan Wi-Fi yang nantinya pengguna bisa meng-upgrade-nya lagi.

Editor : Pramudyananta

Komentar Anda

You might also likeclose