Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

Sinar matahari sudah mulai merangkak naik, halaman kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga, Rabu (6/5) pagi dipenuhi oleh puluhan warga Papua. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan kayu bakar, batu kali, ratusan potong daging ayam dan aneka macam sayuran. Sementara beberapa lainnya tampak berhias diri dengan mengenakan pakaian tradisional dan melukis wajah dengan cat putih.

Ya, siang itu, mereka sedang bersiap menggelar upacara adat bakar batu. Upacara tersebut merupakan sebuah ritual sebagai simbol perdamaian antar suku di Papua. Atas inisiatif remaja Papua yang tinggal di Salatiga, mereka berniat meminta maaf kepada warga Salatiga dengan mengundang para tokoh Salatiga melalui acara sakral bakar batu.

Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Papua Barat (Himppar) Salatiga, Donius Tabuni menjelaskan, pelaksanaan upacara adat bakar batu mereka gelar dalam rangka permintaan maaf dari warga Papua di Salatiga yang selama ini dipandang sering melakukan perbuatan yang dianggap mengganggu ketertiban lingkungan. Para tokoh masyarakat dan pejabat di lingkungan Salatiga diundang untuk menyaksikan acara tersebut dan menggelar acara makan bersama.

Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

“Kami sadar, keberadaan kami di Salatiga adalah untuk menimba ilmu, namun demikian, ada beberapa hal yang pernah kami lakukan yang mungkin mengganggu kenyamanan masyarakat di Salatiga. Kami menggelar tradisi bakar batu ini untuk meminta maaf kepada masyarakat Salatiga,” terangnya.

Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

Acara yang disaksikan langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol. Noor Ali ini kian meriah saat sejumlah pemuda-pemudi Papua mulai memindahkan batu ke sebuah kolam buatan untuk memasak daging ayam dan sayuran. Tumpukan batu tersebut ditata sedemikian rupa dan dimasuki sayuran serta daging yang sudah dibungkus dengan daun pisang.Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

Bersamaan dengan prosesi memasak dengan bakar batu, sejumlah remaja multi etnis mempertontonkan tarian kolaborasi adat Papua dan Jawa sebagai simbol kebersamaan. Sejumlah pejabat diantaranya, Kapolres Salatiga, AKBP RH Wibowo ; Wawali Salatiga, Muh Haris ; Dandim Salatiga Letkol Budi Rahmawan ; Rektor UKSW, John Titaley serta sejumlah tokoh masyarakat Salatiga berdecak kagum dengan pertunjukan tak biasa tersebut.Tradisi Bakar Batu : Warga Papua Salatiga Gelar Upacara Bakar Batu Sebagai Simbol Perdamaian

Bahkan, Kapolda Jateng Irjen Noor Ali mengatakan, apa yang dilakukan oleh warga Papua di Salatiga tersebut patut dicontoh oleh daerah lain. “Ini menjadi sebuah simbol kerukunan antar etnis di Salatiga. Saya bangga dengan apa yang dilakukan rekan-rekan Papua. Kami berharap, nantinya hal tersebut bisa dicontoh oleh warga Papua di daerah lainnya di wilayah Jawa Tengah,” tegasnya.

Guruh Cahyono

Komentar Anda

You might also likeclose