Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Perekrut Mary Jane Akui Terlibat Sindikat Narkoba Antar Negara

Perekrut Mary Jane Akui Terlibat Sindikat Narkoba Antar Negara

Manila — Perekrut terpidana  mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso, Maria Kristina Sergio, mengakui dirinya dan pasangannya, Julius Lacanilao, terlibat dalam sindikat perdagangan narkoba internasional.

Dilaporkan Inqseperti dilansir CNN Indonesia pada Jumat  (8/5), dalam pernyataan dihadapan  Polisi Nasional Filipina (PNP) dan Biro Nasional Divisi Investigasi Anti Perdagangan Manusia (NBI-AHTRAD), Maria mengaku telah memiliki beberapa partner terkait  penyelundupan narkoba di Manila, Hong Kong

Maria juga menyebutkan bahwa saat dia berada di Hong Kong, rekannya menawari upah sebesar US$5.000 atau Rp64,9 juta untuk menyelundupkan narkoba ke Pantai Gading.

Maria menjelaskan secara detail  bahwa rekannya yang teridentifikasi bernama Ike, warga negara Nigeria, merupakan orang yang memberikan koper berisi 2,6 kilogram heroin kepada Mary Jane untuk dibawa ke Indonesia.

Sementara itu  Menteri Kehakiman Filipina, Leila de Lima menyatakan bahwa Maria, bersama dengan Lacanilao, memulai perannya dalam sindikat perdagangan narkoba sebagai kurir narkoba sejak tahun 2010 untuk Sindikat Narkoba Afrika Barat di Malaysia yang dipimpin oleh seorang warga negara Nigeria.

Informasi yang berhasil berhasil dikumpulkan oleh pihak berwenang Filipina menunjukkan bahwa Lacanilao juga dikenal dengan nama alias “Supremo” dalam komunitas perdagangan narkoba. Sementara, Maria juga memiliki nama lain, yaitu Mary Christine Gulles Pasadilla.

Sementara, dalam kesaksian yang dikemukakan Mary Jane terungkap bahwa Lacanilao adalah orang yang memperkenalkannya kepada Maria. Setelah itu, Maria berjanji akan memberikannya pekerjaan di Malaysia.

Pada 2010, bersama Maria, Mary Jane pergi ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Di sana Mary Jane bertemu dengan Ike. Namun, karena pekerjaan yang dijanjikan ternyata tidak ada, Maria meminta Mary Jane untuk ke Jakarta, membawa sebuah koper dari Ike yang ternyata berisi 2,6 kg heroin.

Saat sampai di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Mary Jane ditangkap pihak berwenang. Mary Jane, yang kemudian mendekam di  LP Wirogunan, Yogyakarta, diputus bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Pada Rabu (29/4), Mary Jane terhindar dari eksekusi di Nusakambangan, lantaran  sehari sebelumnya Maria mendatangi kantor polisi untuk meminta perlindungan, meski tetap menolak dakwaan bahwa dia memperalat Mary Jane untuk membawa koper yang berisi heroin ke Indonesia.

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Guruh Cahyono

Komentar Anda

You might also likeclose