Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Layani Pelanggan Via Pesan Singkat, Muncikari Kelas Atas Raup Ratusan Juta Rupiah Sekali Transaksi

Layani Pelanggan Via Pesan Singkat, Muncikari Kelas Atas Raup Ratusan Juta Rupiah Sekali Transaksi

jurnalwarga–Penyedia jasa atau muncikari pekerja seks komersial papan atas yang berhasil ditangkap oleh Kepolisian Resor Jakarta Selatan ternyata memanfaatkan aplikasi pesan instan (instant messaging) untuk menawarkan para PSK.

Tersangka berinisial RA alias Obbie, menurut keterangan pihak kepolisian, tidak mengelola website ataupun akun media sosial seperti Twitter maupun Facebook dalam memasarkan PSK jaringannya. Obbie mengandalkan layanan jual-beli PSK melalui pesan lewat aplikasi chat Whatsapp atau BlackBerry Messenger kepada para pembeli tertentu yang sudah ia percaya.

“Pemasaran tetap menggunakan BlackBerry atau Whatsapp. Dia tidak membuat situs atau akun media sosial manapun. Pemasarannya memang sangat private,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat di Kantor Polres Jakarta Selatan, Sabtu (9/5) seperti dilansir CNN Indonesia.

Wahyu menambahkan, setelah bernegosiasi melalui pesan singkat kepada calon pembeli, RA kemudian meminta pembayaran uang muka sebesar 30 persen dari total transaksi yang berkisar di angka Rp 80 hingga Rp 200 juta. Setelah pembayaran uang muka dilakukan, Obbie berkuasa untuk menentukan lokasi hotel tempat sang pembeli bertemu dengan PSK yang ia pesan nantinya. Waktu pertemuan pun diatur oleh Obbie setelah pembayaran uang muka selesai.

“Pertemuan pertama biasanya untuk memberikan ‘tanda jadi’ dan dilakukan pelaku untuk memastikan bahwa pelanggannya adalah kalangan yang memiliki uang. Kemudian, tersangka memberikan syarat hotel yang digunakan harus berbintang lima, dan yang membayar adalah pelanggannya,” kata Wahyu

Atas ulahnya, Obbie terancam  hukuman sesuai isi dari Pasal 296 dan 506 KUHP. Dia terancam kurungan selama satu tahun empat bulan, dan tiga bulan, sesuai isi dari kedua Pasal tersebut.

Sumber : CNN Indonesia

Editor  : Guruh Cahyono

Komentar Anda

You might also likeclose