Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Rancang Pengelolaan Limbah Cair Jadi Air Bersih, Siswi SMA N 3 Juarai Lomba Karya Ilmiah Jateng

Rancang Pengelolaan Limbah Cair Jadi Air Bersih, Siswi SMA N 3 Juarai Lomba Karya Ilmiah Jateng

SALATIGA–Maslikhatul Wijayanti (17) siswa kelas XI SMAN 3 Salatiga berhasil meraih juara I dalam lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat SLTA Se- Jateng dalam rangka peringatan Hari Air Dunia XXIII tingkat Provinsi Jawa Tengah 2015. Hadiah diserahkan oleh wakil gubernur Jateng Drs. Heru Sudjatmoko, MSi di Semarang kemarin. Demikian jelasnya di ruang guru didampingi Waka Kesiswaan Supriyanto, MPd. (12/5).

Supriyanto menjelaskan, jika Maslikhah begitu panggilan akrabnya memang sering turut dalam ajang lomba karya ilmiah. “Siswa kami juga pernah juara I lomba karya ilmiah tingkat Kota Salatiga dan pernah menyabet juara 3 di ajang lomba karya ilmiah sains terapan,” jelasnya.

Maslikhah dalam memenangi lomba ini mengangkat tema rancang bangun prototipe alat pengolahan limbah cair menjadi air bersih melalui teknik filterasi dan evaporasi. “Sekarang ini air bersih sangat sulit didapati utamanya di kota berpadat penduduk. Dari itu muncul ide saya untuk mengangkat isu air bersih. Prses evaporasi yang saya angkat dengan menggunakan media filterasi antara lain serabut kelapa, pasir, koral, arang dan ganggang,” terang putri dari Sujarwo dan Muslikhah ini.

“Dalam teknik ini dibutuhkan 4 bak penampungan yang dibuat berudak agar memudahkan proses filterasi air dari limbah cair. Bak paling atas diisi dengan kerikil, pasir, arang, serabut kelapa dan koral. Selanjutnya dibuat penghubung ke bak ke-2 yang dibagi bagi dua berupa media m=pengendapan dan ruang oksidasi dan dihubungkan lagi ke bak ke-3 yang ada ganggang di sana. Dari bak ke-3 tersebut selanjutnya dihubungkan ke bak ke-4 yang merupakan hasil dari proses filterasi berupa air bersih,” detail siswi yang bercita-cinta menjadi ahli lingkungan ini.

Menurut Maslikhah alat yang dirancangnya dan sudah melalui penelitiannya tersebut masih memiliki kelemahan yaitu kurang maksimal di saat musim penghujan. “Sayangnya alat ini dapat maksimal jika digunakan pada musim kemarau. Alasannya saat kemarau sinar matahari memberi dampak banyak dalam sistem tersebut,” pungkasnya. (LF/Humas)

Komentar Anda

You might also likeclose