Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Modal Rp 234 Ribu, Apriandika Ganti Kelamin Jadi Laki-Laki

Modal Rp 234 Ribu, Apriandika Ganti Kelamin Jadi Laki Laki

Apriandika melakukan sujud syukur karena senang mendengar vonis hakim yang menyatakan bahwa dia adalah seorang laki-laki/detik.com

Jurnalwarga-Setelah mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri (PN) Kebumen, akhirnya Apriandika resmi berganti jenis kelamin sebagai laki-laki, Rabu (13/5/2015). Sebelumnya Apriandhika dalam berbagai dokumen maupun Kartu Tanda Penduduk jenis kelaminya tertulis sebagai Perempuan.

Mengetahui akhirnya PN Kebumen menyatakan bahwa dirinya Laki-laki dalam sidang vonis, Apriandika merasa senang. Meskipun sebelum hakim membaca vonis dirinya masih merasa was-was.

“Perasannya lega dan senang. Sempat was-was juga tadi sebelum dibacakan. Tapi setelah dibacakan, jadi senang,” kata Apriandika di PN Kebumen kepada wartawan, seperti dikutip dari detik.com Rabu (13/5).

Apriandika merasa bahwa dirinya seorang laki-laki. Hal tersebut dirasakanya ketika dirinya lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam keseharianya, Apriandhika yang hidup bersama ibu dan dua adiknya ini bekerja membantu tetangganya.

Dia menjadi sosok tulang punggung bagi keluarganya yang hidup dalam keadaan kekurangan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya sosok ayah bagi Apriandika, ayah dan ibunya telah bercerai.

Karena saat mencari pekerjaan formal Apriandika selalu terbentur dengan jenis kelaminya. Padahal dirinya selalu yakin bahwa dirinya laki-laki bahkan secara visual dia tampak sebagai seorang laki-laki. Karena hal itu maka dia mengajukan permohonan ganti kelamin ke PN Kebumen dengan modal Rp. 250 ribu yang dia gunakan untuk mendaftarkan permohonanya.

Apriandika mencoba menghadirkan dua saksi ahli yaitu dokter spesialis urologi dan dokter spesialis genetik kromosom untuk meyakinkan hakim tunggal Marolop Simamora. Namun, Apriandika dan keluarganya tidak punya memiliki uang yang cukup untuk mendatangkan kedua saksi tersebut.

PN Kebumen pun membantu Apriandika dengan memanggil dua saksi ahli tersebut ke persidangan. Dengan surat resmi dari PN Kebumen, dua ahli itu pun hadir ke persidangan. Sehingga Apriandika tidak mengeluarkan dana seperser pun untuk membayar kedua dokter ahli itu dalam memberikan kesaksian.

“Tapi setelah divonis tadi dan dihitung-hitung, masih ada sisa Rp 16 ribu dan langsung kita kembalikan,” kata Humas PN Kebumen, Afit Rufiadi.

Komentar Anda

You might also likeclose