Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Sadriansyah, Perkosa Anak Kandung Sendiri, Dan Bunuh 4 Anak Kandung Lainya

Sadriansyah, Perkosa Anak Kandung Sendiri, Dan Bunuh 4 Anak Kandung Lainya

Jurnalwarga-Sadriansyah Alias Upik (42) Warga Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dilaporkan oleh putri kandungnya sendiri yang masih berusia 15 tahun atas kasus pemerkosaan. Saat ditangkap Sadriansyah pun mengakui hal tersebut.

Seperti yang diungkapkan Kapolsek Sungai Kujang Kompol Siswantoro, korban melapor setelah dirinya cerita perihal kelakuan bejat ayahnya pada temanya. Sandriansyah sendiri diringkus pada Jumat (15/5/2015) lalu.

“Anaknya ini saat mau diperkosa melarikan diri ke rumah temannya dan menceritakan kelakuan ayahnya. Kemudian paman temannya ini membawa korban melapor ke polisi dan akhirnya ayahnya kita tangkap,” kata Siswantoro sperti dikutip dari detikcom, Minggu (17/5/2015).

Sadriansyah mengaku melakukan perbuatan bejatnya tersebut semenjak tahun 2014. Yang lebih mengejutkan Sadriansyah tega melakukan hal tersebut didepan Istrinya sendiri. Istrinya yang takut karena pernah diancam akan dibunuh jika melaporkan kejadian tersebut tak bisa berkutik.

Tidak hanya itu Sadriansyah juga mengaku telah membunuh 4 anak kandungnya sendiri. Dirinya mengaku jika penyebab dia membunuh 4 anaknya karena dia tidak suka mendengar tangisan. Selain itu pelaku juga mengalami trauma masa kecil, karena sering dipukul oleh kakaknya.

“Pengakuan pelaku, dia nggak tahan mendengar suara tangisan, dia benci tangisan anak kecil, Saat kecil dia sering dipukuli sama abang dan kakaknya. Dia trauma makanya berbuat demikian,” jelas Siswantoro.

Keempat anak kandung tersebut yakni  Santi Purwasih, anak pertama (perempuan usia 1 bulan) dibunuh tahun 1997, Saparudin anak kedua (laki-laki usia 2 bulan)dibunuh  tahun 1998, Marhat anak ke empat (laki-laki usia 3 bulan) dibunuh tahun 2001, dan terakhir Syahrul anak kelima (usia 4 bulan) dibunuh tahun 2008.

Kapolsek juga mengatakan bagaimana Sadriansyah membunuh empat anaknya tersebut, Santi dibunuh pelaku dengan cara dibekap dengan bantal, Saparudin dicekik hingga mati, dan Marhat dibekap hidungnya, sedangkan Syahrul ditenggelamkan di drum berisi air dan mulutnya dimasukkan minyak jelantah.

Istri dan Anak ketiga yang diperkosa Sadiyansyah tidak berani menceritakan kelakuan suaminya tersebut karena diancam akan dibunuh.

“Istri dan anaknya yang diperkosa itu bungkam, nggak berani cerita ke siapa-siapa karena diancam dibunuh. Aktivitas mereka seperti biasa. Tetangga nggak curiga. Pelaku juga jarang bersosialisasi,” pungkasnya.

Komentar Anda

You might also likeclose