Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Polisi Berhasil Tangkap Pembunuh Maya, Gadis Cantik Pemilik Kedai Angkringan

Polisi Berhasil Tangkap Pembunuh Maya, Gadis Cantik Pemilik Kedai Angkringan

Reza Muhammad Zam (20) pelaku pembunuh Eka Maya Sari (27)

Jurnalwarga-Polisi akhirnya berhasil menangkap Reza Muhammad Zam (20) yang merupakan pelaku pembunuh Eka Maya Sari (27). Pelaku berhasil ditangkap Polisi di Kutoarjo, Purworejo, pada Rabu (20/5/2015) sore.

AKBP Djuhandhani Rahardjo selaku Wadir Reserse Kriminal Umum Polda DIY mengungkapkan bahwa pelaku yang merupakan seorang pengamen tersebut telah mengaku membunuh , memperkosa dan mencuri uang milik Maya.

“Dari keterangan tersangka yang ditangkap, pelaku membunuh korban karena ingin menguasai uang yang ada pada korban. Kemudian pelaku juga memperkosa korban pada saat tidak berdaya,” ungkap Djuhandhani seperti dikutip dari detikcom Kamis (21/5/2015).

Kronologi kejadian pembunuhan maya berawal ketika Reza yang datang ke ankringan milik Maya pada Sabtu (2/5/2015). Kedatangan Reza dikarenakan dirinya ingin meminjam uang kepada Maya sebesar Rp. 10 ribu, namun Maya menolak untuk memberi pelaku uang dan hanya memberi 2 gelas kopi untuk diminum.

Karena sama sekali sudah tidak memiliki uang, pelaku kemudianmemukul tengkuk korban dengan palu yang biasa digunakan korban untuk memecah es batu dan memukul wajah korban beberapa kali dengan tangan. Seakan belum puas, pelaku juga menghantam dada korban dengan gitar yang tergeletak di angkringan.

Polisi Berhasil Tangkap Pembunuh Maya, Gadis Cantik Pemilik Kedai Angkringan

Maya membuka kedai angkringan dekat dengan rumah kontrakanya

Setelah itu pelaku menyeret tubuh Maya ke kamar yang berada didekat angkringan. Sempat tersadar, pelaku kemudian memukul korban hingga pingsan. Sesuai temuan sperma pada tubuh korban, pelaku juga mengaku memperkosa Maya di kamar tersebut.

“Dada korban juga dipukul pakai gitar milik Maya. Setelah itu diseret ke tempat tidur. Dari situ, pelaku memperkosa korban yang sudah tidak berdaya” jelas Djuhandhani.

Maya sendiri ditemukan tak bernyawa dengan keadaan setengah telanjang, dan wajah ditutupi dengan sajadah di rumah kontrakanya di sebelah barat jembatan Janti, Karangjambe RT 01, Banguntapan, Bantul, pada Sabtu (2/5/2015). Sehari-harinya, wanita lulusan D3 Bahasa Inggris UGM ini membuka kedai angkringan tak jauh dari rumah kontrakanya.

-Polisi akhirnya berhasil menangkap Reza Muhammad Zam (20) yang merupakan pelaku pembunuh Eka Maya Sari (27). Pelaku berhasil ditangkap Polisi di Kutoarjo, Purworejo, pada Rabu (20/5/2015) sore.

AKBP Djuhandhani Rahardjo selaku Wadir Reserse Kriminal Umum Polda DIY mengungkapkan bahwa pelaku yang merupakan seorang pengamen tersebut telah mengaku membunuh , memperkosa dan mencuri uang milik Maya.

“Dari keterangan tersangka yang ditangkap, pelaku membunuh korban karena ingin menguasai uang yang ada pada korban. Kemudian pelaku juga memperkosa korban pada saat tidak berdaya,” ungkap Djuhandhani seperti dikutip dari detikcom Kamis (21/5/2015).

Kronologi kejadian pembunuhan maya berawal ketika Reza yang datang ke ankringan milik Maya pada Sabtu (2/5/2015). Kedatangan Reza dikarenakan dirinya ingin meminjam uang kepada Maya sebesar Rp. 10 ribu, namun Maya menolak untuk memberi pelaku uang dan hanya memberi 2 gelas kopi untuk diminum.

Karena sama sekali sudah tidak memiliki uang, pelaku kemudianmemukul tengkuk korban dengan palu yang biasa digunakan korban untuk memecah es batu dan memukul wajah korban beberapa kali dengan tangan. Seakan belum puas, pelaku juga menghantam dada korban dengan gitar yang tergeletak di angkringan.

Setelah itu pelaku menyeret tubuh Maya ke kamar yang berada didekat angkringan. Sempat tersadar, pelaku kemudian memukul korban hingga pingsan. Sesuai temuan sperma pada tubuh korban, pelaku juga mengaku memperkosa Maya di kamar tersebut.

“Dada korban juga dipukul pakai gitar milik Maya. Setelah itu diseret ke tempat tidur. Dari situ, pelaku memperkosa korban yang sudah tidak berdaya” jelas Djuhandhani.

Maya sendiri ditemukan tak bernyawa dengan keadaan setengah telanjang, dan wajah ditutupi dengan sajadah di rumah kontrakanya di sebelah barat jembatan Janti, Karangjambe RT 01, Banguntapan, Bantul, pada Sabtu (2/5/2015). Sehari-harinya, wanita lulusan D3 Bahasa Inggris UGM ini membuka kedai angkringan tak jauh dari rumah kontrakanya.

Komentar Anda

You might also likeclose