Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Darwati, Pembantu Rumah Tangga Yang Lulus Sebagai Sarjana Terbaik

Darwati, Pembantu Rumah Tangga Yang Lulus Sebagai Sarjana Terbaik

darwati bersama kedua orang tuanya/viva.co.id

Jurnalwarga-Darwati (23), seorang pembantu rumah tangga di Kabupaten Grobogan dinyatakan lulus sebagai sarjana terbaik pada acara acara wisuda sarjana manajemen bisnis Universitas Tujuh Belas Agustus, Semarang, Kamis (21/5/2015).

Dengan pekerjaanya sebagai pembantu, Darwati menyisihkan sebagian pendapatanya agar dirinya mampu mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Sebanyak Rp. 500 ribu dia sisakan untuk membayar uang kuliah.

“Rata-rata saya sisihkan Rp 500 ribu per bulan, dari upah Rp 900 ribu. Toh setiap pekan saya dapat uang makan dari juragan,” kata Darwati seperti dikutip dari tempo.co Kamis (21/5).

Sementara itu Darwati harus membayar biaya kuliah berupa iuran semester sebesar Rp.700 ribu, dan dan satuan kredit semester yang biaya totalnya mencapai Rp 2,5 juta. Dengan besaran biaya kuliah tersebut Darwati mengatakan dirinya harus berhati-hati dalam mengelola uang.

Anak dari pasangan Sumijan dan Jasmi ini mengaku tidaklah mudah menjalani kuliah sembari dirinya bekerja sebagai pembantu. Dia harus meluangkan waktunya seminggu tiga kali serta menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan sambil menyelesaikan pekerjaanya sebagai pembantu.

Darwati juga menambahkan semua kesulitan itu belum ditambah dengan omongan-omongan negatif yang mencemooh status pekerjaan Darwati, bahkan gunjingan tersebut tak jarang datang dari sesama teman mahasiswa.

“Ada juga yang mengunjing profesiku. Tapi itu malah membuat aku semakin semangat, bahwa aku bisa seperti mereka,” ungkap Darwati.

Darwati yang menyelesaikan kulihanya pada semester ke delapan ini lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,68. Skripsi Darwati membahas tentang perilaku konsumen dengan fokus penelitian kecenderungan pembelian sejumlah produk oleh masyarakat.

Slamet Riyono yang merupakan dosen pembimbing sekaligus Sekretaris Program Studi Manajemen Bisnis Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang mengatakan bahwa dirinya takjub dengan sosok darwati. Dia rela menempuh perjalanan jauh dari untuk belajar mata kuliah yang dia tidak mengerti.

“Dia itu benar-benar mau belajar, mana yang tidak bisa diakui. Dia kemudian cari dari teman-temannya atau tanya saya. Skripsinya lancar, dia patuh,” kata Slamet.

Komentar Anda

You might also likeclose