Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Perampok Asal Palembang Sisihkan 25% Hasil Rampokanya Untuk Beramal

Perampok Asal Palembang Sisihkan 25% Hasil Rampokanya Untuk Beramal

Adi Cahyono sang eksekutor saat menjalani rekonstruksi ketika dirinya mentransfer uang di Bank BCA yang diamalkan untuk 40 anak yatim piatu, pembangunan masjid dan Ponpes di daerah tempat tinggalnya, Rabu (20/5)/surya online

Jurnalwarga-Adi Cahyono dan Adi Saputra dua dari lima tersangka kasus perampokan spesialis nasabah bank ini menjalani rekonstroksi di Bank BCA. Mereka melakukan olah TKP saat mentransfer uang dari hasil kejahatan merampok nasabah bank di jalan raya Panglima Sudirman dan selatan SPBU Kalikapas.

Ternyata mereka mentransfer puluhan juta uang yang mereka sisihkan dari hasil merampok untuk dikirim ke salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Palembang, tidak hanya itu mereka ternyata juga memberi bantuan kepada panitia pembangunan masjid yang juga berlokasi di Palembang.

“Ada sebanyak 40 anak yatim piatu dan bantuan untuk Ponpes serta pembangunan masjid yang saya bantu dari uang hasil merampok itu,” ungkap Adi Cahyono yang menjadi eksekutor dalam kasus perampokan di Lamongan.

Adi mengungkapkan bahwa setiap kali merampok terlebih dahulu mereka menyisihkannya sebanyak 25% untuk disumbangkan ke Ponpes, pembangunan Masjid, dan anak yatim piatu sebelum dibagi kepada anggota komplotan.

Hal tersebut mereka lakukan sejak pertama kali merampok, yakni di daerah Lamongan. Uang milik juragan Gabah senilai Rp. 243 juta yang berhasil mereka gasak, mereka menyisihkanya sebesar 25% untuk beramal.

Begitupun juga dengan aksi perampokan selanjutnya, mereka juga menyisihkanya untuk beramal. Seakan-akan hal itu sudah kewajiban mereka. “Sama , saat merampok di Pati, Rembang dan Kudus juga dilpotong untuk bersedekah,” katanya seperti dikutip dari surya online, Senin (25/5/2015).

Saat melakukan aksinya di Jawa Tengah, komplotan asal Pelambang ini berhasil menggasak uang nasabah dengan total Rp 124 juta. Hasil tersebut didapat saat merekea merampok di tiga kota, dengan rincian Pati Rp 20 juta, Rembang Rp 72 juta dan Kudus Rp 32 juta.

Dengan menyisakan hasil rampokanya untuk bersedakah dan beramal untuk anak yatim dan fakir miskin kedua perampok tersebut percaya, bahwa yang mereka lakukan kelak bisa menyelamatkan mereka. Meskipun uang yang mereka gunakan untuk bersedakah dan beramal adalah uang hasil dari tindak kejahatan, mereka tetap meyakininya.

Komentar Anda

You might also likeclose