Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Gelombang Panas Di India, Telan 1000 lebih korban Jiwa, Aspal Sampai Meleleh

Gelombang Panas Di India, Telan 1000 lebih korban Jiwa, Aspal Sampai Meleleh

Aspal di jalanan kota New Delhi meleleh akibat gelombang panas/metro.co.uk

Jurnalwarga-Gelombang panas yang menyerang Negara India telah memakan 1000 lebih korban jiwa, bahkan aspal di jalanan kota New Delhi sampai meleh akibat terkena suhu panas. Di ibu kota negara india tersebut, pada siang hari suhu bisa mencapai 50° Celcius di siang hari pada beberapa waktu lalu.

Meskipun telah memberi dampak yang luar biasa, gelombang panas tersebut belum menunjukan tanda-tanda akan mereda. Bahkan Para dokter di India tidak diizinkan untuk mengambil cuti agar bisa terus menangani para korban. Suhu panas ini membuat tubuh kram, kelelahan, stroke panas, serta dehidrasi akut hingga akhirnya tewas.

Pemerintah setempat dan berbagai organisasi serta LSM yang bergerak di bidang kesehatan juga telah menyarankan bagi masyarakat tinggal di dalam rumah sampai badai gelombang panas berakhir. Mereka juga membuat program antisipatif.

“Pemerintah negara bagian telah membuat program pendidikan melalui televisi dan media lain untuk memberi tahu masyarakat agar tidak bepergian keluar tanpa topi, minum air, dan langkah-langkah lain. Kami juga telah meminta LSM dan organisasi pemerintah membuka kamp air minum, sehingga air akan tersedia untuk semua orang di kota-kota.” kata P. Tulsi Rani, komisaris khusus untuk penanggulangan bencana di negara bagian seperti dikutip dari tempo.co. Kamis (28/5/2015).

Namun masyarakat yang menjadi korban suhu panas tak mampu menuruti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di dalam rumah, karena diam di rumah berarti mereka sama sekali tidak mendapat pemasukan untuk hidup.

Departemen meteorologi setempat telah mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Odisha, Jharkhand, dan pesisir Andhra Pradesh. Di wilayah-wilayah tersebut, kondisi panas semakin diperburuk dengan kekeringan serta angin terik konstan. Sebagian besar wilayah India utara tercatat diterpa suhu rata-rata mencapai 45 derajat Celsius. Suhu panas di wilayah Agra, tempat Taj Mahal berada, mencapai 46,1 Celsius.

Di India sendiri saat puncak musim panas, ratusan orang di daerah miskin meninggal karena panas. Tahun ini merupakan musim panas terburuk sepanjang sejarah India. Isu pemanasan global kembali mencuat dan menjadi penyebab gelombang panas parah ini.

Komentar Anda

You might also likeclose