Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Dimaki Anggota TNI, Muhadi Jatuh Pingsan Hingga Tewas

Dimaki Anggota TNI, Muhadi Jatuh Pingsan Hingga Tewas

Perwakilan warga Dusun Karangkopel, Desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang diterima oleh anggota Detasemen Polisi Militer IV.2-1 Kota Magelang, Jumat (29/5/2015)/kompas.com

Jurnalwarga-Markas Subdetasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2-1 di Jalan A Yani 22, Kota Magelang, didatangi oleh puluhan warga Desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang untuk mengadukan seorang anggota TNI berinisial SR yang diduga telah melakukan tindak kekerasan psikis yang menyebabkan Muhadi (70), warga Dusun Karangkopek, meninggal dunia.

Salah satu warga, Panut (43) menuturkan kronologis Peristiwa tersebut. Kejadian bermula saat warga menggelar rapat pembahasan kegiatan tradisi Sadranan di Masjid Baitul Muslimin, Dusun Karangkopek, Rabu (27/5/2015), sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun tiba-tiba SR yang merupakan anggota TNI tersebut Marah, kepada Muhadi. Bahkan SR juga memaki-maki muhadi dengan kata-kata yang tidak pantas.

“SR emosi karena di mata dia semua kegiatan warga tidak ada yang baik. Dia maki-maki Pak Muhadi dengan kata-kata kasar, termasuk marah sama peserta rapat. Beberapa menit kemudian, Pak Muhadi ambruk dan seketika meninggal dunia,” tutur Panut seperti dikutip dari Kompas.com Sabtu (30/5/2015).

Para warga yang menghadiri rapat juga telah mencoba melerai. Namun SR tidak mengindahkan omongan para warga, SR tetap memaki-maki Muhadi hingga Muhadi pingsan.

“Kami sudah mencoba melerai, tetapi SR masih saja marah-marah. Saat Pak Muhadi terlihat shock lalu tersungkur pun dia tidak sekali pun membantu, apalagi meminta maaf, sampai detik ini,” kata Panut.

Para warga kemudian melarikan Muhadi ke RSU Muntila, namun nyawa Muhadi tetap tidak tertolong. Menurut Panut, sebelum kejadian, Muhadi masih terlihat sehat, meski usia sudah lanjut dan pernah memiliki riwayat sakit jantung.

“Kami menuntut SR untuk dipecat. Perilakunya tidak mencerminkan sikap aparat yang semestinya mengayomi masyarakat,” tutur panut.

Perwakilan warga, termasuk keluarga almarhum Muhadi, diterima oleh beberapa petugas Denpom IV/2-1. Hingga Jumat malam, kedua belah pihak masih melakukan diskusi. Pihak Denpom IV/2-1 belum bisa memberikan klarifikasi kepada wartawan mengenai kasus tersebut

Komentar Anda

You might also likeclose