Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Anggota TNI Tidak Pakai Helm, Marah Saat Diberhentikan Polisi

Anggota TNI Tidak Pakai Helm, Marah Saat Diberhentikan Polisi

Jurnalwarga-Seorang anggota TNI marah-marah saat diberhentikan petugas polisi Satlantas Polres Medan, dalam  Kegiatan operasi patuh yang dilakukan jajaran Polda Sumut khususnya Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Medan, Sabtu (30/5/2015) siang.

Anggota TNI yang menggunakan celana loreng, dan kaos putih ini melintasi di seputaran Jalan Djuanda Medan, dimana tempat tersebut sedang dilakukan operasi lalu lintas. Dengan menggunakan motor CBR, anggota TNI tersebut dicegat oleh salah satu polisi, namun aparat tni tersebut tidak berhenti.

Kemudian anggota polisi yang lain mencoba menghadang anggota tni tersebut, Polisi berbadan tubuh gempal itu langsung menyabut kunci sepeda motor anggota TNI tersebut. Kemudian TNI yang mengaku perpangkat Kopral Satu tersebut marah-marah.

Seperti dilansir dari tribunnewscom, mengetahui ribut-ribut Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Hasan yang berada di lokasi langsung menemui anggota TNI tersebut yang sudah berada di pinggir jalan. Kompol Hasan kemudian mengingatkan bahwa anggota TNI tersebut telah melanggar tata tertib lalu lintas.

“Kamu sudah salah, kamu melanggar aturan. Kenapa kamu marah-marah. Pangkat kamu apa? Saya berpangkat Kompol,” kata Kompol Hasan sembari menunjukan pangkat di pundaknya.

Anggota TNI tersebut kemudian menyebutkan bahwa dirinya merupakan Anggota TNI dengan pangkat Kopral Satu (Koptu). “Pangkat Kopral Satu, ia pak maaf, saya mungkin memang salah,” katanya sembari meninggal Kompol M Hasan, tanpa ada tindakan penilangan.

Kasatlantas pun mengungkapkan alasan pihaknya tidak melakukan penilangan pada anggota TNI tersebut. Menurut dia, tidak semua pelanggaran lalu lintas harus diberi bukti seseorang telah melanggar lalu lintas. Sehingga banyak masyarakat yang melanggar lalu lintas ringan hanya ditegur oleh personel yang bertugas di lapangan.

“Saya bukan tak berani melakukan penilangan kepada anggota TNI. Ke depan kalau ada anggota yang melakukan pelanggaran, wajib kita tindak berupa penilangan. Namun tidak semua pelanggaran harus ditilang,” pungkasnya.

Komentar Anda

You might also likeclose