Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

Bentrok Penggusuran Kampung Pulo

Bentrok Penggusuran Kampung Pulo

warga Kampung Pulo menolak digusur

Jurnalwarga.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah memprediksi keributan yang terjadi di permukiman padat Kampung Pulo, Jakarta Timur. Meski begitu, ia berujar, penggusuran harus tetap berlangsung karena warga tinggal di lahan negara.

Ahok menjelaskan tuntutan ganti rugi yang diajukan warga tak berdasar. Pemberian ganti rugi hanya diberikan kepada warga yang memiliki sertifikat hak milik atas lahan yang ditempati. Sedangkan warga Kampung Pulo, yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, tak memiliki sertifikat itu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan Wakapolda Brigjen Nandang J meluncur ke Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta Timur, yang dilanda rusuh. 1 Water cannon diterjunkan ke lokasi.

Bentrokan di Kampung Pulo, daerah bantaran Kali Ciliwung yang selalu banjir, pecah hari ini. Bentrokan terjadi saat Satpol PP sedang menggusur warga Kampung Pulo yang menolak direlokasi. Mereka direlokasi karena mereka menetap di tanah negara di bantaran Ciliwung, yang hendak dinormalisasi untuk mengatasi banjir rutin di Jakarta.

Proses penggusuran warga Kampung Pulo di Jalan Jatinegara Barat itu berlangsung ricuh. Bentrokan terjadi setelah negosiasi yang gagal antara warga dan petugas.

Suasana di Kampung Pulo menjadi mencekam. Warga dan petugas terlibat bentrok di jalan. Gas air mata ditembakkan oleh petugas. Namun, warga berhasil memukul mundur petugas.  Batu-batu beterbangan. Jalan pun ditutup total akibat kericuhan. Aksi saling lempar batu terjadi.

Sumber: metro.tempo.co

Komentar Anda

You might also likeclose