Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

Otak Begal di Magelang Ternyata Mahasiswa PTN di Yogyakarta

Otak Begal di Magelang Ternyata Mahasiswa PTN di Yogyakarta

Otak pembegalan di Kota Magelang ditangkap aparat Polres Magelang Kota. Pelaku berstatus mahasiswa salah satu PTN di Yogyakarta (dok kompas.com)

Jurnalwarga.com—Aparat Magelang Polres Magelang Kota menangkap Gilang Aditya Rambe (22) seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta, karena diduga menjadi otak sejumlah aksi pembegalan di Kota Magelang beberapa waktu belakangan.

 

sempat buron selama sebulan sebelum akhirnya ditangkap saat sedang santai di sebuah kafe di Jalan Selokan Mataram Yogyakarta. Penangkapan Gilang merupakan hasil pengembangan dari keterangan pelaku lainnya, yang juga rekan Gilang, Bintang Surya (21), warga Kelurahan Wates, Kota Magelang.

 

“Salah satu korban (Gilang) adalah Aulia Ramadhani, pelajar di Kota Magelang. (Kejadiannya) pada 5 Agustus 2015,” ujar Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto, Gilang, Selasa (29/9/2015).

 

Pembegalan terhadap Aulia dilakukan kedua tersangka pelaku di di Jalan Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Aulia tengah berkendara bersama rekannya, Bagus Muhammad Wahyudi (18). Saat itu, korban berhenti sejenak di sudut jalan untuk membaca SMS. Tiba-tiba datang kedua pelaku yang beralasan ingin meminjam korek api.

 

“Tapi, pelaku justru menodongkan senjata tajam ke arah korban dan merampas ponsel serta milik korban. Tidak hanya merampas, pelaku juga sempat melukai tangan dan telinga korban yang sempat melawan,” Edi menambahkan.

 

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor jenis automatic yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan aksi kriminal itu. Kepada petugas, Gilang mengaku sudah beberapa kali membegal dan baru kali ini tertangkap. Sementara Bintang mengaku belum pernah melakukan kejahatan sebelumnya.

 

“Mereka bakal dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” kata Edi.

Sumber: regional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose