Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Ketika Partai Berburu Relawan

Ketika Partai Berburu Relawan

Orang-orang yg terlibat dalam kegiatan kerelawanan di bidang politik milik modal awal buat terjun lebih jauh dalam berpolitik.

Selain bergantung pada kemauan individual relawan, partai politik juga milik andil buat memuluskan proses “terjun” lebih jauh tersebut.

Menjelang pilkada serentak 9 Desember 2015, Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sibuk berkampanye.

Namun, alih-alih berkampanye buat pasangan calon pada pilkada di sesuatu daerah, Grace mendorong netizen atau pengguna internet menyukseskan gerakan kerelawanan Kawal Pilkada 2015.

Gerakan berkerumun lewat laman kawalpilkada.id, inisiatif dari Khairul Anshar, warga negara Indonesia yg bekerja di Singapura, itu bertujuan mengawasi proses rekapitulasi perolehan suara ataupun profil calon kepala daerah.

Kini, Grace juga mendukung Teman Ahok yg mendorong Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama buat bertarung lewat jalur perseorangan di Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Kami mau menolong karena gerakan itu luar biasa. Buat kami, praktik politik sehat itu orang harus berpartisipasi, harus ada semangat kerelawanan,” kata Grace, minggu lalu.

Gerakan berbasis kerelawanan yg belakangan muncul dalam berbagai bentuk di Indonesia dinilai Grace sebagai peluang buat pembenahan partai politik.

PSI, sebagai partai yg masih berjuang bagi lolos verifikasi, menyasar orang-orang itu. Karena itu pula, mereka “menginstitusionalisasikan” kerelawanan dalam kultur organisasi PSI.

Di laman PSI, selain pilihan mendaftar sebagai anggota partai, juga ada pilihan mendaftar sebagai sukarelawan. Grace mengklaim sejauh ini telah ada 2.000 orang yg mendaftar sebagai relawan PSI.

Harapannya, sukarelawan yg tertarik dengan ideologi dan nilai-nilai partai setelah terlibat dalam aktivitas mampu naik ke jenjang anggota. Sementara mereka yg milik komitmen kuat mampu menjadi pengurus.

Karena itu, jadi utama untuk partai bersinergi dengan gerakan kerelawanan. Menurut Grace, ada dua relawan akar rumput dari gerakan kerelawanan yg didukung PSI, kemudian tertarik bergabung dalam pengurus PSI di tingkat kota di DKI Jakarta.

Upaya menarik relawan ke dalam partai politik juga dikerjakan partai lain. Partai Nasdem, misalnya, menyediakan sebuah ruangan di kantor DPP Partai Nasdem, sebagai tempat berkumpul mantan relawan Jokowi-Kalla di Pilpres 2014.

“Setelah pemilu selesai, mereka (mantan relawan) tetap ingin berkumpul di Nasdem. Mereka mampu tiba kapan saja dan berkreasi apa saja di sini. Dengan kadang ke Nasdem, mereka mampu lihat sendiri program-program partai. Dari situ harapannya, mereka tertarik menjadi bagian dari perjuangan partai,” kata Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem Martin Manurung.

Harapan Martin ini ada yg menyambut. Hariadhi, misalnya, mantan relawan Jokowi-Kalla, akhirnya menetapkan bergabung dengan Garda Pemuda Nasdem setelah dua kali tidak jarang berkumpul di Nasdem.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose