Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Kejagung Minta Yance Segera Dieksekusi

Kejagung Minta Yance Segera Dieksekusi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejaksaan Agung sudah meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat buat langsung mengeksekusi mantan Bupati Indramayu, Irianto MS Syafiuddin atau yg dikenal Yance.

Mahkamah Agung memutus hukuman empat tahun penjara terhadap Yance. Pada pengadilan tingkat pertama, ia divonis bebas.

“Saya telah minta Kajati bagi melaksanakan eksekusi,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

(Baca: Yance Masih Pimpin DPRD Bandung meskipun Divonis 4 Tahun oleh MA)

Kejagung kemungkinan masih mulai mengembangkan masalah Yance.

Dalam berkas dakwaan, Yance dianggap melakukan korupsi bersama-sama dengan pihak yang lain terkait pengadaan tanah proyek pembangunan PLTU di Indramayu.

“Ya nantilah kita bahas. Saya lihat itu (dakwaannya),” kata Arminsyah.

Kejagung sudah meminta pihak imigrasi buat mencegah Yance bepergian ke luar negeri. Saat ini, Yance masih aktif sebagai Wakil Ketua DPRD Bandung.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Bandung mendakwa Yance melakukan korupsi sekitar Rp 5,3 miliar pada pengadaan tanah proyek pembangunan PLTU Sumur Adem Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, tahun 2006-2007.

JPU kemudian menuntut Yance dengan hukuman 1,5 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Namun, majelis hakim PN Bandung menganggap tuntutan tersebut berlebihan.

Dalam putusan hakim itu, Yance sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah dianggap tak terlibat aktif dalam pengadaan tanah dalam proyek pembangunan PLTU.

Selain itu, hakim menyatakan tak ada ada penambahan harta Yance secara tak wajar sebelum dan sesudah proyek pembangunan PLTU bergulir.

Majelis hakim PN Bandung pun menjatuhkan vonis bebas.

Pada 28 April 2016, majelis kasasi MA mengabulkan pengajuan kasasi dari jaksa penuntut umum dan memutus hukuman empat tahun penjara terhadap Yance.

Sidang tersebut diketuai oleh hakim Surya Jaya dengan anggota Leopold Luhut Hutagalung dan Muhammad Askin.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose