Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Jusuf Kalla Akan Hadiri Puncak Acara Waisak Di Candi Borobudur

Jusuf Kalla Akan Hadiri Puncak Acara Waisak Di Candi Borobudur

MAGELANG, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan mulai menghadiri Dharmasanti Waisak 2560 BE di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2016) malam.

“Sedianya, acara ini mulai dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Namun, tiba-tiba, Presiden berhalangan, maka diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla,” kata Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Siti Hartati Murdaya di Borobudur, Kamis (19/5/2016).

Kegiatan Dharmasanti itu sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI yg didukung oleh Walubi dan KASI. Hadir segala umat Buddha dari berbagai aliran, tokoh-tokoh agama lain, dan diplomat negara-negara sahabat.

Hartati memaparkan, rangkaian Tri Suci Waisak 2560 BE/2016 sudah dimulai pada Minggu 8 Mei 2016 dengan membersihkan Taman Makam Pahlawan di semua Indonesia.

Kegiatan selanjutnya adalah bakti sosial berupa pengobatan gratis buat warga miskin di sekitar Borobudur di Taman Lumbini TWCB, 19-20 Mei 2016.

Pada hari ini, Jumat (20/5/2016), dikerjakan pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, dan pengambilan api alam dari Mrapen, Grobogan, Kabupaten Purwodadi.

“Air suci dan api abadi itu mulai disemayamkan sesuatu malam di Candi Mendut, Kabupaten Magelang,” ujar Hartati.

Hartati melanjutkan, Sabtu, 21 Mei 2016, mulai dilangsungkan prosesi pindapata yg diikuti oleh para biksu dan biksuni dan umat Buddha di Jalan Pemuda Kota Magelang.

Rangkaian perayaan Waisak dilanjutkan dengan prosesi akbar umat Buddha berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Agung Borobudur, Sabtu siang.

Pada prosesi ini, umat mulai membawa berbagai sarana puja, kendaraan hias Buddhis, barisan umat dari para majelis agama Buddha yg ada di Indonesia dan mancanegara.

“Pada pukul 22.00 WIB, mulai dilangsungkan pelepasan sekitar 10.000 lampion ke udara diiringi dengan doa,” ujar dia.

Hartati menuturkan, Tri Suci Waisak Umat Buddha di Indonesia sekaligus merayakan tiga peristiwa suci dalam riwayat hidup Sang Buddha Gautama.

Ketiga peristiwa itu, sebut Hartati, pertama, peringatan Hari Kelahiran Sang Pangeran Sidharta Gautama pada ketika Purnamasidi pada bulan Waisaka tahun 623 SM di bawah pohon Sala di Taman Lumbini.

Kedua, peringatan Hari Sang Pangeran Sidharta berhasil mencapai penerangan sempurna menjadi Buddha di bawah pohon Bodhi yg juga ketika Purnamasidi pada bulan Waisaka pada usia 35 tahun.

Ketiga, peringatan Hari Sang Buddha Gautama wafat mencapai parinirwana saatnya sama saat Purnamasidi pada bulan Waisaka di bawah pohon Sala Kembar pada usia 80 tahun.

“Peringatan Waisak Nasional sesungguhnya tak cuma sekadar merasakan peringatan hari-hari suci sang Buddha Gautama, tapi lebih utama untuk umat Buddha adalah memanfaatkan kesadaran serta meneladani sikap dan perilaku Pangeran Sidharta buat mencapai pencerahan sempurna,” tutur Hartati.

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose