Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Ribuan Siswa Trenggalek Menari Kolosal Turangga Yaksa

Trenggalek (ANTARA News) – Lebih dari 1.400 siswa SD se-Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat menari Turangga Yaksa secara kolosal di taman alun-alun kota bagi memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus jelang 100 hari pemerintahan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

Pagelaran tarian Turangga Yaksa masal yg berlangsung akan pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB mendapat sambutan meriah warga Trenggalek.

Acara digelar bersamaan dengan dimulainya Festival Rakyat Trenggalek yg berlangsung akan Jumat hingga Minggu (22/5) dan disaksikan segera oleh Bupati Emil yg menyempatkan belajar menari tarian kuda lumping khas Trenggalek bersama sejumlah penari cilik.

“Tarian ini tampaknya sederhana namun ternyata sangat rumit dan butuh keseimbangan serta konsentrasi tinggi,” ujarnya di akhir pementasan tari kolosal turangga yaksa.

Ia berharap tarian turangga yaksa yg menjadi kesenian khas Trenggalek selalu dilestarikan.

Menurutnya, pembinaan sejak dini perlu dikerjakan di segala wilayah termasuk dengan melibatkan lembaga pendidikan formal akan tingkat SD hingga SMA agar tarian turangga yaksa dikenali oleh generasi muda setempat.

“Saya berjanji bagi selalu memperkenalkan seni-budaya Trenggalek agar diakui dan bahkan dipelajari oleh pecinta seni-budaya daerah, baik tingkat nasional maupun mancanegara,” kata Emil.

Emil yg tampil mengenakan pakaian khas adat Jawa sebagaimana ribuan penari cilik yang lain juga mengabarkan rencana kunjungan mahasiswa Jepang ke Trenggalek bagi mempelajari tarian turangga yaksa.

“Kita segala patut berharap momentum itu dapat digunakan bagi memperkenalkan adat-budaya Trenggalek ke dunia internasional,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Kusprigianto menyampaikan kegiatan menari tarian turangga yaksa sedianya diikuti oleh 3.000 siswa-siswi SD dari 14 kecamatan se-Trenggalek.

Namun karena persiapan mepet, kata dia, jumlah peserta akhirnya dibatasi cuma 1.400-an siswa.

Dalam pementasan tari kolosal perdana tersebut, kata dia, ada tiga kecamatan yg akhirnya tak mengirimkan delegasi karena alasan jarak jangkau wilayah yg terlalu jauh dari pusat kota, yakni dari Kecamatan Panggul, Munjungan, serta Watulimo.

“Kami berharap kegiatan ini dapat digelar tiap tahun dan melibatkan semua perwakilan siswa di tiap kecamatan,” kata Kusprigianto.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose