Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Menang Lawan KPK, Mantan Tersangka Korupsi Diarak Keliling Kota

Menang Lawan KPK, Mantan Tersangka Korupsi Diarak Keliling Kota

Mantan masalah korupsi korupsi pendidikan luar sekolah yakni Bupati Kabupaten Sabu Raijua, NTT, Marthen Dira Tome memenangkan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran lembaga anti rasuah itu tak mempunyai bukti kuat bagi menjeratnya dalam perkara korupsi diduga merugikan negara Rp 77 miliar.Setibanya di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/5), Marthen Dira Tome, disambut massa dari program Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Marthen diarak keliling kota sebagai wujud rasa sukur atas kemenangannya melawan KPK di praperadilan.Setelah melakukan konvoi keliling Kota Kupang, Marthen bersama massa menyerbu kantor Kejaksaan Tinggi NTT, tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Akibatnya massa memenuhi ruang tamu kantor Kejati NTT yg ketika itu sepi.Kedatangan Marthen bagi memberitahukan kepada Kejati NTT supaya menaati amar putusan, yg sudah diputuskan oleh hakim pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/5).”Kita sekarang ini lagi menunggu tindak lanjut dari mereka (KPK), buat mengembalikan seluruh berkas, karena itu telah putusan inkracht. Kembalikan seluruh berkas ke Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Tinggi tindaklanjuti dengan SP3. Sehingga perkara ini menjadi selesai. Walau kemudian dia mau tindaklanjuti dengan cara apalagi, itu urusan dia, tetapi dalam hal ini dia harus selesaikan dahulu putusan itu,” papar Marthen.Marthen menyatakan bersiap meladeni KPK seandainya diterbitkan lagi surat perintah penyidikan baru.”Jika ada sprindik baru dikeluarkan KPK, kalian tunggu dulu, kami lihat dulu. Dia (KPK) tindak lanjuti lalu soal sprindik baru yg dia mau lakukan, nanti kalian kemudian. Karena bukan persoalan buat kami itu,” tegas Marthen.Marthen menambahkan, putusan sidang menyatakan dirinya menang atas KPK, lantaran KPK tak mempunyai bukti kuat bagi menjeratnya dalam perkara korupsi diduga merugikan negara Rp 77 miliar.Saat ini, Marthen bersama timnya mulai menunggu sikap KPK, guna mengembalikan segala berkas kasus ke Kejaksaan Tinggi NTT. Dia berharap berkas kasus itu dihentikan pengusutannya.
Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose