Sunday , September 24 2017
Topik Terhangat

4 Alasan Jabatan Badrodin Tak Perlu Diperpanjang

4 Alasan Jabatan Badrodin Tak Perlu Diperpanjang

JAKARTA, KOMPAS.com  Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menolak seandainya jabatan Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti yg mulai habis pada Juli 2016 diperpanjang.

Setidaknya, ada empat alasan jabatan Badrodin Haiti tak perlu diperpanjang.

Pertama, kata Neta, Presiden Jokowi harus konsisten dengan revolusi mentalnya buat melanjutkan perubahan pelayanan publik di Polri.

Beberapa waktu dulu Presiden pernah mengecam masih buruknya pelayanan STNK di Polri.

Kedua, Kapolri Haiti tak mempunyai prestasi yg menonjol selama memimpin kepolisian.

Sembilan perkara korupsi besar yg pernah disidik Polri tidak kunjung dilimpahkan ke kejaksaan.

“Operasi Tinombala di Poso, yg melibatkan 3.000 pasukan Polri dan TNI, tidak kunjung dapat melumpuhkan Santoso yg cuma didukung 21 personel,” ujarnya.

Ketiga, perpanjangan masa jabatan Badrodin juga bertentangan dengan UU No 2 Tahun 2002 tentang Polri.

Sebab, Pasal 11 ayat 6 UU tersebut mengisyaratkan bahwa calon kapolri adalah perwira tinggi Polri yg masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier.

“Keempat, perpanjangan masa jabatan Haiti cuma mulai menghancurkan sistem kaderisasi dan assesment yg telah dibangun Polri sejak 10 tahun terakhir,” ujar Neta.

IPW berharap, dalam memutuskan Kapolri baru, Presiden Jokowi berpikir ke depan dan tak mundur ke belakang, apalagi menghancurkan sistem yg telah dibangun Polri sejak 10 tahun terakhir.

Saat ini cukup banyak kader Polri yg mumpuni buat memimpin kepolisian.

IPW juga menyesalkan pernyataan Badrodin yg mengatakan, “Pensiun alhamdulillah, tak pensiun juga tak apa-apa.”

Pernyataan itu seolah tak menggambarkan Badrodin sebagai Bhayangkara yg legawa dan tak memahami UU Kepolisian yg jelas menegaskan bahwa Kapolri harus perwira aktif.

“Seharusnya Haiti meniru ucapan Kapolri Sutanto yg ketika muncul isu perpanjangan dengan legawa menyampaikan bahwa dirinya mulai mempersiapkan kader terbaik pengganti dirinya dan dia cukup sampai di sini. Sehingga, tak muncul polemik dan upaya penghancuran sistem kaderisasi Polri,” ucap Neta.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose