Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Tikungan 311 Bajawa Yang Juga Jadi Ujian Tim Pendukung

Tikungan 311 Bajawa Yang Juga Jadi Ujian Tim Pendukung

Ruteng – Etape keempat memang bukan trek terberat dalam Tour de Flores. Kelok 311 di Bajawa pada awal balapan tidak hanya jadi ujian buat para pebalap, tetapi juga tim pendukung.

Setelah lepas dari titik start di depan kantor Bupati Ngada, Minggu (22/5/2016), ke-82 peserta TdF memang harus melahap trek turunan. Namun, bukan turunan biasa yg dilewati. Adalah trek menurun sepanjang 35 kilometer yg diyakini mempunyai 311 tikungan.

Bagi para pebalap, mereka tetap memasang kecepatan sampai 80-100 kilometer per jam. Dengan perubahan trek menjadi tanjakan setelah kilometer 80, kecepatan akan menurun.

Ya, poin King of Mountain diperebutkan dalam tiga titik King of Mountain. Poin pertama ditawarkan di tanjakan Sita yg mempunyai ketinggian 496 mdpl dengan pebalap memulai titik tanjakan di ketinggian sekitar 100 mdpl. Poin KoM kedua diperebutkan pada tanjakan Ranamese dengan ketinggian 1.330 mdpl dan titik KoM terakhir di Wae Rii di Kecamatan Langke Rembong dengan ketinggian 1.237 mdpl.

Di akhir balapan, pebalap tercepat etape keempat, Liu Jianpeng dari China yg memperkuat Wisdom Hengxiang Cycling Team, menempuh jarak 136,6 kilometer dengan kecepatan rata-rata 35,82 kilometer per jam.

Jianpeng menyebut 35 kilometer pertama sebagai bagian terberat di etape ini. Apalagi tikungan-tikungan itu tidak tampak dalam manual race yg jadi gambaran umum para peserta.

“Oh ya? Ada 311 tikungan dalam 35 kilometer dan jalannya menurun? Wah, aku tak tahu itu. Kalau benar itu mulai sangat menantang meski tampaknya bakal sulit,” kata pebalap 23 tahun yang berasal Belanda yg memperkuat Singha Infinite Cycling Team, Bart Buijk, sebelum balapan.

Berdasarkan informasi penduduk setempat, jarak tempuh antara Bajawa menuju Ruteng biasa ditempuh dengan mobil dalam waktu tiga sampai empat jam. Jalanan memang tidak ada masalah, seluruh mulus tanpa lubang. Boleh dibilang gangguan cuma berupa pasir atau kerikil.

“Kalau dalam trek pertama yg 311 tikungan ini, driver paling jago saja hanya dapat paling cepat 40 kilometer per jam,” tutur Bimbo, anggota ikatan sopir di Nusa Tenggara Timur.

Pelatih sekaligus menajer timnas Indonesia, Wawan Setyobudi, mengakui trek awal pada etape keempat ini menyulitkan.

“Di etape ini yg penuh tikungan tajam dan turunan juga jadi ujian bagi kami, bukan hanya pebalap. Kami saja yg di dalam mobil sampai harus terhempas ke kanan dan ke kiri,” tutur Wawan.

(fem/mfi)
Sumber: http://sport.detik.com

Komentar Anda

You might also likeclose