Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Pemuda Muhammadiyah Mengutuk Keras Perusakan Masjid Ahmadiyah

Pemuda Muhammadiyah Mengutuk Keras Perusakan Masjid Ahmadiyah

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak mengutuk keras aksi perusakan Masjid Ahmadiyah di Kelurahan Purworejo, Kecamatan Ringin Arum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (23/5/2016) dini hari.

“Pemuda Muhammadiyah mengutuk keras perbuatan tersebut, bagaimanapun juga anarkisme dalam hal tersebut tidak mampu diterima,” ujar dia ketika dihubungi Kompas.com, Senin (23/5/2016).

Dahnil mengatakan, perbedaan dalam hal teologis tidak seharusnya disikapi dengan tindakan anarkistis.

“Saya sendiri bukan orang yg sepaham dalam hal teologis dengan Ahmadiyah. Namun, mereka (Ahmadiyah) tetap memiliki haknya sebagai warga negara Indonesia yg harus kami jaga,” lanjut dia.

Dahnil berharap kepolisian mengusut tuntas masalah tersebut secara tegas sehingga muncul efek jera buat para pelakunya.

Masjid Ahmadiyah di Kendal dirusak orang tidak dikenal pada Senin dini hari. Menurut keterangan pengurus masjid, tak ada saksi yg melihat tindakan perusakan.

(Baca: Sebelum Dirusak, Masjid Ahmadiyah Kendal Didatangi Lurah Melarang Pembangunan)

Sebab, sekitar masjid tersebut kebun dan cukup jauh dari permukiman warga. Selain itu, perusakan dikerjakan ketika seluruh warga tertidur.

Namun, sebelum perusakan, masjid didatangi lurah dan camat setempat. Sang lurah meminta pembangunan masjid dihentikan dengan alasan ditolak warga.

(baca: Bupati Kendal Minta Ahmadiyah Hentikan Pembangunan Masjid)

Padahal, masjid tersebut sudah mengantongi sertifikat dan izin mendirikan bangunan (IMB) sejak awal dibangun pada 2003.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Ahmad mengatakan, perusakan Masjid Ahmadiyah tersebut tengah diproses oleh kepolisian setempat.

Kepolisian mulai menindak para pelaku perusakan tersebut. (baca: Mabes Polri Instruksikan Perusakan Masjid Ahmadiyah di Kendal Diusut)

“Perlu ambil tindakan langkah hukum terhadap mereka yg melakukan kekerasan. Bahkan mampu ditersangkakan dalam konteks perusakan atau pengeroyokan,” ujar Boy.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose