Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Anggota DPR Hanya Mau Enak, Bersedia Mundur Kalau Menang Pilkada

Anggota DPR Hanya Mau Enak, Bersedia Mundur Kalau Menang Pilkada

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebaiknya mematuhi sumpah jabatan yg sudah diucapkan ketika pelantikan.

Mereka harus memilih apakah tetap menjadi wakil rakyat atau kepala daerah.

“Jangan main-main dengan jabatan,” kata Siti ketika ditemui di Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Menurut Siti, pada prinsipnya siapapun anggota Dewan Perwakilan Rakyat yg mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah tetap harus mundur sebagai anggota legislatif. Hal itu sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.

“Inikan dia (anggota DPR) telah disumpah dahulu mau jabatan yg yang lain atau gimana?” ujarnya.

(baca: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Khawatir Pilkada Sepi seandainya Anggota Dewan Harus Mundur)

Siti mengatakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat yg tak mau mundur dari jabatannya sama saja seperti ‘petualang politik’. Pasalnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat baru mau mundur ketika terpilih dan dilantik menjadi kepala daerah.

Jika gagal dalam pilkada, maka mereka kembali lagi menjadi anggota Dewan.

(baca: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yg Enggan Mundur Ingkari Amanat Konstituen)

“Inikan baru mau mundur kalau ada kepastian menang. Ya, enak di dia dong kalau begitu,” katanya.

Menurut Siti, anggota Dewan Perwakilan Rakyat jangan sampai menghambat sistem pengkaderan di dalam partai. Jika anggota Dewan Perwakilan Rakyat tak perlu mundur, maka hal itu sama saja mencegah kader partai lainnya yg dapat maju dalam berkontensasi Pilkada.

“Ini nggak boleh, akhirnya sirkulasi macet karena seolah-olah menjadi kepala daerah cuma buat orang-orang tertentu,” ujar dia.

Sejumlah Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan agar anggota DPR, Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD yg menjadi calon kepala daerah tak perlu mundur dari jabatannya. Anggota yg ingin maju diminta cukup mengajukan cuti.

(baca: Sejumlah Fraksi Minta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yg Ikut Pilkada Tak Perlu Mundur)

Usulan ini mengemuka dalam meeting Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/4/2016).

Sejak putusan MK Nomor 33/PUU-XIII/2015, anggota DPR, Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD harus mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai pasangan calon.

MK mewajibkan anggota Dewan yg sudah ditetapkan sebagai calon kepala daerah bagi mundur dari jabatannya.

(baca: Pasca-putusan MK, Anggota Dewan Tak Bisa Coba-coba Ikut Pilkada)

Hal itu bertujuan buat memberikan rasa keadilan untuk pemangku jabatan di instansi pemerintah lainnya yg diwajibkan buat melakukan hal yg sama.

MK berpandangan bahwa Pasal 7 huruf s Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah bertentangan dengan UUD 1945. Pasal tersebut bersifat diskriminatif, memamerkan adanya pembedaan syarat yg merugikan hak konstitusional warga negara.

Bunyi pasal tersebut adalah, “Warga negara Indonesia yg mampu menjadi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota adalah yg memenuhi persyaratan sebagai berikut: memberitahukan pencalonannya sebagai Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat untuk anggota DPR, kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah buat anggota DPD, atau kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah buat anggota DPRD.”

MK menilai bahwa kewajiban mengundurkan diri dari jabatan ketika mencalonkan diri sebagai kepala daerah, seperti yg dikenakan pada pegawai negeri sipil, anggota TNI/Polri, serta pejabat dan pegawai BUMN/BUMD, juga seharusnya berlaku buat legislator yg mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Kompas TV Pilkada Serentak yg Bermasalah- Satu Meja Bagian 2

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose