Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Sekretaris MA Nurhadi Bantah Sembunyikan Sopirnya

Sekretaris MA Nurhadi Bantah Sembunyikan Sopirnya

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman membantah dugaan bahwa ia menyembunyikan stafnya yg bernama Royani. Menurut dia, Royani hingga ketika ini masih bekerja di MA.

“Tidak ada itu, tak ada, dia (Royani) ada di kantor,” ujar Nurhadi ketika ditemui seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Nurhadi diperiksa selama tujuh jam oleh penyidik KPK. Ia diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Doddy Ariyanto Supeno terkait masalah dugaan suap masalah yg melibatkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Selama pemeriksaan, Nurhadi mengaku cuma ditanyakan seputar tugas dan fungsinya di MA.

KPK masih selalu mencari Royani yg menjadi sopir Nurhadi. Royani dianggap menjadi saksi utama dalam perkara dugaan suap yg melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

KPK meyakini, Royani yaitu saksi yg diduga kuat mengetahui keterlibatan Nurhadi dalam masalah dugaan suap Edy Nasution. KPK pun mencegah Royani ke luar negeri sejak 4 Mei. (Baca: KPK Buru Sopir Sekretaris MA)

Seperti dikutip Kompas, KPK sudah mengetahui tempat tinggal Royani. Bahkan, berdasarkan keterangan warga setempat, KPK sudah menggeledah tempat tinggal Royani pada 4 Mei selama lebih kurang empat jam.

Royani tinggal di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Harga tanah di kawasan itu mencapai sekitar Rp 35 juta per meter persegi. Rumah Royani terdiri atas beberapa lantai, berpagar hitam setinggi lebih kurang 2 meter yg digembok dari dalam.

Halaman rumah Royani kelihatan bersih dan terurus. Saat Kompas menyambangi rumah tersebut, terdapat mobil Honda Vios warna perak terparkir di depan rumah. (Baca: KPK Minta Sopir Sekretaris MA Dicegah ke Luar Negeri)

Salah sesuatu warga setempat yg ditemui mengatakan, Royani tidak pernah lagi kelihatan pulang ke rumah itu meski istri, anak, dan seorang asisten rumah tangga masih tinggal di rumah itu.

Royani juga tak kelihatan di rumah orangtuanya di Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat. Rumah beberapa lantai dengan pintu geser hijau itu terkunci dan tampak tidak terawat. Di sebelah kanannya, terdapat toko ban mobil.

Dua kakak Royani tinggal di Gang Pos Pengumben, sekitar 200 meter dari rumah tersebut. Kakak perempuan Royani menyebutkan, adiknya telah jarang mendatangi rumah almarhum bapaknya.

Ia mengaku tidak lagi berkomunikasi dengan adiknya dalam dua bulan ini. Hal senada juga diungkapkan kakak lelaki Royani.

Salah sesuatu warga setempat yg tak mau disebut namanya mengatakan, Royani biasanya tiba ke rumah kakaknya dengan mengendarai motor gede. Namun, setelah nama Nurhadi muncul di media dua waktu lalu, Royani tidak pernah kelihatan lagi.

Kompas TV KPK Geledah Kediaman & Kantor Nurhadi

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose