Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Ini Senapan Buatan Pindad Yang Kini Diburu Negara-negara Asing

Ini Senapan Buatan Pindad Yang Kini Diburu Negara negara Asing

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sukses mempertahankan gelar juara umum di ajang lomba menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yg digelar di Puckapunyal Millitary Range, Victoria, Australia. Yang lebih membanggakan, TNI cuma memakai senapan buatan dalam negeri, yakni Senapan Serbu (SS)-2v4.

Tak lama usai menjuarai lomba menembak tingkat internasional itu, senapan yg buatan PT Pindad segera diminati banyak negara. Pembelian bukan cuma senapan saja, tetapi lisensinya juga. Sejauh ini, yg telah mengonfirmasi merupakan Laos.

“Sudah dua yg menyampaikan berminat, bahkan telah ada yg lisensi senjata,” kata Silmy di Ruang Serba Guna Mabes AD, Jalan Veteran nomor 5 Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

Bahkan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono mengungkap keunggulan kontingen menembak TNI AD yg menyabet gelar juara tingkat internasional. Di samping proses rekrutmen, senjata buatan anak bangsa menjadi salah sesuatu faktor utamanya.

“Pelatihan buat AASAM ini kalian tunjuk Pangkostrad. Jadi aku berterimakasih, sudah melakukan seleksi dengan baik sehingga kalian mendapatkan penembak yg bagus. Kedua, terkait senjata. Kita boleh berbangga, senjata yg kami pakai beberapa tahun ini adalah senjata bikinan dalam negeri artinya kami tak kalah dengan negera-negara lain,” ungkap Mulyono di Ruang Serba Guna Mabes AD, Jalan Veteran nomor 5 Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

Seperti apa senapan SS2v4 yg dipakai TNI AD di ajang tersebut?

SS2 yaitu senapan serbu versi terbaru yg dibuat PT Pindad. Senapan ini diluncurkan sejak 2006 bagi menggantikan SS1.

Pembuatan senapan ini tidak lepas dari permintaan TNI bagi menciptakan senapan serbu yg lebih akurat dan lebih ringan. Seperti halnya SS1, senapan ini bekerja dengan sistem kerja gas, dengan tembakan yg dipilih serta pengumpanan magasen.

Berbeda dengan SS1, SS2 memiliki dua keunggulan, yakni hentakan yg kecil ketika penembakan berkat adanya karet buffer di bagian belakang. Penutup bentuk bulat dengan bentuk gigi bagi penguncian dalam penyambung laras. Ekoran maupun rumah mekanik terbuat dari alumunium panduan. Keduanya disambung dengan beberapa buah pena yg bisa dibuka bagi pembongkaran dan pemeliharaan.

Laras SS2 memiliki enam alur dengan putaran 178 mm, dilengkapi dengan peredam sinar yg mulai mengurangi pancaran api dan mengurangi hentakan ke belakang. Pembidikan melalui lubang pada pisir yg bisa diatur elevasi maupun azimutnya bagi meningkatkan ketelitian. Mode tembakan adalah tembakan tunggal, otomatis penuh seta posisi terkunci (safe). Seperti halnya SS1, SS2 dibuat dalam empat varian merupakan varian (SS2-V2), ( SS2 V4), dan (SS2-V5).

Senapan ini memakai peluru kaliber 5.56 x 45 mm sesuai standar NATO. SS2 memiliki berat kosong 3,2 kg. Sejak dibuat, SS2 telah memiliki dua versi, yakni standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yg dikenalkan pada 2008.

Kecepatan menembaknya antara 675-725 rpm dengan jarak efektif mencapai 500 meter. SS2v4 memakai iron sigths bagi membidik musuh, tetapi juga dapat memakai optical sights karena telah dilengkapi picatinny rail. Optical sight fitur standar buat varian ini.

Senapan varian ini banyak digunakan oleh pasukan elite TNI, salah satunya Kostrad. Sedangkan Kopassus memilih memakai SS2-V5C dengan laras yg lebih pendek.Baca juga:
Senjata bikinan Pindad jadi buruan usai TNI juara umum di AASAM
Ini cerita peserta kontingen menembak selama mengikuti event AASAM
Senjata buatan lokal, rahasia kemenangan TNI di kejuaraan menembak
Bangga, Kasad hadiahi juara menembak AASAM rumah & uang Rp 500 juta
Fakta-fakta lengkap TNI pertahankan gelar lomba tembak AASAM 2016

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose