Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Bagaimana Penerapan Hukuman Kebiri? Ini Penjelasan Pemerintah

Bagaimana Penerapan Hukuman Kebiri? Ini Penjelasan Pemerintah

JAKARTA, KOMPAS.com — Hukuman kebiri dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Muncul tudingan dari masyarakat bahwa pemerintah sudah melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) dengan menerapkan hukuman kebiri.

Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Sujatmiko, memberikan penjelasan terkait polemik yg timbul di masyarakat.

Ia mengatakan, ada dua hal yg harus diketahui oleh masyarakat mengenai hukuman kebiri.

“Perppu ini mulai diterapkan dengan tetap memperhatikan koridor hukum, termasuk penghormatan terhadap HAM, baik pelaku maupun korban. Perppu ini sangat diperlukan buat melindungi para korban yg yaitu kelompok rentan, perempuan dan anak,” ujar Sujatmiko ketika memberikan informasi pers di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2016).

Sujatmiko menegaskan bahwa hukuman kebiri tak mulai diterapkan kepada pelaku yg masih anak-anak. Hukuman mulai diberikan kepada pelaku yg telah dewasa.

(Baca: Perppu Kebiri Terbit, Jokowi Dinilai Tak Mengerti Masalah Kekerasan Seksual)

Ia menjelaskan, hukuman kebiri mulai diberikan melalui suntikan kimia dan dibarengi dengan proses rehabilitasi. Proses rehabilitasi tersebut bagi menjaga pelaku tak mengalami efek negatif yang lain selain penurunan libido.

Suntikan kimia ini pun sifatnya tak permanen. Menurut Sujatmiko, efek suntikan ini cuma muncul selama tiga bulan.

Oleh karena itu, suntikan kimia mulai diberikan secara berkala kepada pelaku melalui pengawasan ketat oleh ahli jiwa dan ahli kesehatan. (Baca: Ini Isi Lengkap Perppu Kebiri)

Pengawasan bertujuan buat memonitor pelaku, jangan sampai pelaku mengalami dampak negatif yang lain selain penuruan libido.

“Hukuman kebiri bukan berarti memotong alat vital pelaku. Di sinilah kalian tetap memperhatikan pertimbangan hak asasi manusia. Tidak permanen dan pelaku mulai selalu dipantau sampai insaf. Kebiri juga mulai dibarengi dengan rehabilitasi jangan sampai suntikan kimia nanti tak menimbulkan dampak yang lain selain menurunkan libidonya,” kata Sujatmiko.

Sujatmiko menambahkan, hukuman suntikan nantinya mulai diberikan oleh tenaga media profesional dari kementerian yg menangani. (Baca: Ini Efek Hukuman Kebiri Kimiawi pada Tubuh)

Teknis pelaksanaan hukuman kebiri mulai diatur dalam peraturan pemerintah (PP). PP tersebut, kata Sujatmiko, mengatur secara teknis bagaimana proses penyuntikannya dan siapa yg mulai memberikan suntikan.

Selain itu, hukuman suntikan paling lama dikerjakan selama beberapa tahun setelah terpidana menyelesaikan hukuman pokoknya.

Misalnya, seseorang divonis 15 tahun penjara, maka suntikan mulai dikerjakan setelah pelaku menjalani vonis tersebut. Kemudian, pelaku juga mulai dipasangi cip agar pergerakannya gampang dipantau.

“Yang kalian lakukan ini adalah sebuah cara buat menimbulkan efek jera. Apakah ini efektif, nanti kita mulai lihat ke depannya,” katanya.

Kompas TV Presiden Sahkan Perppu Kebiri

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose