Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Komnas Perempuan Minta DPR Pertimbangkan Ulang Berlakunya Perppu Kebiri

 

Komnas Perempuan Minta DPR Pertimbangkan Ulang Berlakunya Perppu Kebiri

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi Nasional Perempuan Azriana meminta Dewan Perwakilan Rakyat bagi mempertimbangkan ulang pemberlakuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang yg mengatur hukuman kebiri.

Selain itu, ia juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat buat langsung melakukan pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai payung hukum yg mulai melindungi perempuan dan anak Indonesia dari kekerasan seksual serta memberikan keadilan buat korban,” kata Azriana dalam informasi tertulis, Kamis (26/5/2016).

Menurut Azriana, agar menghasilkan efek jera untuk pelaku kekerasan seksual, dibutuhkan penegakan hukum yg serius dan hukuman yg maksimal untuk pelaku.

Azriana mengatakan, hal itu sudah diatur dalam KUHP, UU Penghapusan KDRT, UU Perlindungan Anak dan UU Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Dia menilai penandatanganan perppu kebiri memamerkan sikap reaktif dan parsial pemerintah terhadap penanganan kejahatan seksual yg seharusnya dikerjakan secara sistematis, komprehensif dan terukur.

“Pemerintah terkesan baru menyadari pentingnya penanganan yg luar biasa terhadap kejahatan seksual,” ucap Azriana.

Azriana mengatakan, setiap 2 jam terdapat 3 perempuan, termasuk anak perempuan, menjadi korban kejahatan seksual sejak tahun 2013.

Sayangnya, data tersebut tak menjadi pertimbangan saat adanya perubahan UU Perlindungan Anak dikerjakan pada 2015. Sehingga, harus dikerjakan perubahan lagi tahun ini melalui Perppu.

Azriana menyatakan ketidaksetujuan terhadap pembedaan respons atas kekerasan seksual terhadap anak dengan respon terhadap perempuan. Hal itu memberi kesan sesuatu tak lebih utama dari lainnya.

“Padahal kerentanan perempuan terhadap perkosaan sama dengan kerentanan anak dan dampak perkosaan terhadap perempuan tak kalah buruknya,” ujar Azriana.

“Karena masih adanya ketimpangan relasi kuasa berbasis gender yg menimpa perempuan Indonesia baik dewasa maupun anak,” ucapnya.

Kompas TV Efektifkah Hukuman Kebiri Untuk Pemerkosa? (Bag 1)

 
Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose