Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Rhoma Irama: Jangan Apriori Menilai Soeharto

Rhoma Irama: Jangan Apriori Menilai Soeharto

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama, menilai usulan pemberian gelar pahlawan untuk Presiden Kedua RI, Soeharto, perlu dikaji secara proporsional.

“Jadi, harus dilihat dengan kaca mata itu (yang proporsional). Bukan dengan apriori (asumsi),” ujar Rhoma, Jumat (27/5/2016).

Menurut Rhoma, pada diri setiap orang pasti melekat kebaikan serta keburukan. Begitu juga dengan sosok Soeharto.

“Orang yg baik itu bukan berarti orang yg milik ketidakbaikan, dan orang jahat bukan berarti tak milik kebaikan,” kata dia.

Penilaian terhadap diri seseorang, kata Rhoma, tergantung pada sudut pandang siapa yg melihat dan bagaimana melihatnya.

“Misalnya, pejuang nasional, buat para penjajah itu tentu dianggap pengkhianat. Tapi buat negara, itu adalah pahlawan,” kata pria yg dijuluki Raja Dangdut itu.

Rhoma menyebut, sebagai presiden kedua RI, Soeharto cukup berhasil dalam bidang pembangunan. Bahkan, di ketika itu Indonesia berhasil swasembada pangan.

“Dalam dua hal, memang beliau, dikatakanlah, sebagai bapak pembangunan. Dari zaman keterpurukan ekonomi pada masa Soekarno kalian kan sebagai negara yg miskin. Di bawah pimpinan Soeharto, kalian bangkit menjadi negara yg mandiri. Kita dapat swasembada pangan waktu itu, nah itu sesuatu prestasi,” kata Rhoma.

“Kemudian, tingkat keamanan masyarakat dalam kehidupan, terjadi di zaman Pak Soeharto. Pada bidang agama, juga terbangun,” lanjut dia.

Sementara mengenai kekurangan Pak Harto, Rhoma menyebut, contohnya yakni korupsi. Maka, menurut Rhoma, faktor-faktor itulah yg harus dijadikan acuan buat pemerintah seandainya ingin memutuskan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Sebelumnya, Munaslub Golkar mengusulkan agar Soeharto menjadi pahlawan nasional. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai Soeharto layak mendapatkan gelar itu. DPP Golkar sendiri, lanjut dia, telah pernah memberikan penghargaan Abdi Luhur kepada mantan Soeharto.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose