Sunday , August 20 2017
Topik Terhangat

Dibawa Ke Rutan, La Nyalla Tak Diantar Mobil Kejaksaan Dan Tak Pakai Rompi Tahanan

Dibawa Ke Rutan, La Nyalla Tak Diantar Mobil Kejaksaan Dan Tak Pakai Rompi Tahanan

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Kamar Dagang Indonesia di Jawa Timur La Nyalla Mattalitti dibawa ke rumah tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung usai diperiksa selama tiga jam.

Namun, ia dibawa ke rutan bukan dengan memakai mobil tahanan Kejagung. La Nyalla pun tidak tampak mengenakan rompi tahanan khas Kejagung berwarna merah muda.

Mulanya, selama pemeriksaan La Nyalla, sebuah mobil tahanan diparkir di depan gedung bundar Kejagung. Namun, sekitar pukul 22.20 WIB, mobil tersebut beranjak dari gedung bundar.

Berselang lima menit kemudian, sebuah mobil Nissan Morano bernomor polisi L 1888 ZA berwarna hitam terparkir di depan gedung bundar.

Tak lama kemudian, La Nyalla yg dikawal petugas pengamanan dalam bersama tim kuasa hukumnya keluar dari gedung bundar.

Seperti ketika datang di Kejagung, La Nyalla tidak berbicara sepatah kata pun hingga masuk ke dalam mobil.

Kemudian, mobil itu membawa La Nyalla ke rutan yg masih berada dalam kompleks Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto mengatakan, ketika ini status La Nyalla belum tahanan. La Nyalla masih berada dalam masa penangkapan selama 1 x 24 jam.

“Jadi, penangkapan tuh berbeda dengan penahanan. Istilah hukumnya yg tadi itu (La Nyalla), penangkapan,” kata Amir ketika dihubungi, Selasa (31/5/2016) malam.

Karena itulah Kejaksaan tak membawa La Nyalla dengan mobil tahanan dan memakaikan rompi tahanan.

Menurut dia, kemungkinan pemeriksaan terhadap La Nyalla mulai berlanjut esok hari.

“Mungkin ada (pemeriksaan). Kalau tim membutuhkan, ya diperiksa,” kata Amir.

La Nyalla dipulangkan setelah dokumen keimigrasiannya dicabut dan berstatus sebagai penduduk over stay. (Baca: La Nyalla Dipulangkan dari Singapura ke Indonesia Sore Ini)

Pihak Imigrasi sudah memberikan La Nyalla surat perjalanan laksana paspor bagi sekali jalan ke Indonesia.

Pada Senin (30/5/2016), Kejaksaan Tinggi Jatim kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) bagi La Nyalla. Dia pun kembali berstatus sebagai tersangka.

(Baca: Sprindik Jilid 4 Diterbitkan Kejati Jatim, La Nyalla Tersangka Lagi)

Pekan lalu, Pengadilan Negeri Surabaya memenangkan gugatan praperadilan yg dilayangkan putra La Nyalla atas status tersangka ayahnya.

Dalam sprindik tersebut, La Nyalla diduga melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana hibah yg diperoleh dari Pemprov Jatim.

Kompas TV La Nyalla Ditangkap di Singapura

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose