Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Habibie Sebut Hukuman Mati Adalah Hak Tuhan, Tak Bisa Dieksekusi Manusia

Habibie Sebut Hukuman Mati Adalah Hak Tuhan, Tak Bisa Dieksekusi Manusia

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie hadir dalam acara peluncuran buku Politik Hukuman Mati di Indonesia di kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Buku yg disunting oleh advokat senior, Todung Mulya Lubis, dan sosiolog, Robertus Robet, tersebut berisikan tulisan-tulisan dari berbagai kalangan yg menolak diberlakukannya hukuman mati atas semua tindak pidana di Indonesia atas dasar hak asasi manusia.

Habibie pada awal sambutannya pun segera menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hukuman mati.

“Sejak awal, aku tak pernah setuju dengan hukuman mati,” ucap Habibie yg segera disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

(Baca: Pemerintah Didesak Moratorium Hukuman Mati)

Menurut Habibie, hak mengakhiri hidup seseorang adalah hak prerogatif Tuhan. Oleh karena itu, manusia tak berhak sesama manusia mengakhiri hidup seseorang.

Hal senada disampaikan pula oleh mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie yg juga memberi sambutan dalam acara peluncuran buku tersebut.

“Pada waktunya nanti, mulai ada masa di negeri ini ketika hukuman mati mulai dihapuskan,” ujar Jimly dalam sambutannya.

Dia menambahkan, dalam sistem hukum modern, aspek kemanusiaan dan rasionalitas mulai menjadi pertimbangan utama.

(Baca: Jaksa Agung Umumkan Eksekusi Mati Beberapa Hari Menjelang Hari-H)

“Ke depan, pastinya kami pun mulai memikirkan bentuk hukuman lainnya yg lebih efektif. Meski demikian, buat saya, hukuman mati atau tak dalam perspektif kebijakan itu hanyalah pilihan sesuai konteks zaman, bukan seperti akidah dalam agama,” kata dia.

“Namun, ke depannya, pasti mulai ada masa itu (hukuman) mati dihapuskan,” kata dia.

Sementara itu, Todung pun berharap, melalui peluncuran buku ini, pemerintah yg hendak melakukan eksekusi mati gelombang ketiga mempertimbangkan kembali langkah tersebut.

“Belum ada sesuatu penelitian pun di dunia yg membuktikan bahwa hukuman mati menimbulkan efek jera,” tutur dia.

(Baca: Jaksa Agung Beri Sinyal Eksekusi Mati Usai Lebaran)

Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengungkapkan, eksekusi terpidana mati diprioritaskan terhadap terpidana masalah narkoba. Ia memastikan kejaksaan sangat berhati-hati ketika menetapkan pelaksanaan eksekusinya.

Semua terpidana mati yg mulai dieksekusi adalah mereka yg sudah memakai segala hak hukum, khususnya pengajuan peninjauan kembali. Eksekusi terpidana mati mulai dilaksanakan setelah Idul Fitri.

Kompas TV Eksekusi Mati Dilaksanakan Usai Lebaran

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose