Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Ingin Denda Yang Berhenti Berjam-jam Di “Rest Area”, Pemerintah Bahayakan Pemudik

Ingin Denda Yang Berhenti Berjam jam Di Rest Area, Pemerintah Bahayakan Pemudik

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Nizar Zahro menilai, pemerintah salah seandainya menerapkan denda kepada pengendara yg terlalu lama singgah di tempat peristirahatan atau rest area tol selama arus mudik Lebaran 2016 nanti.

Menurut dia, seandainya diterapkan, kebijakan tersebut justru mulai membuat kecelakaan semakin banyak lantaran orang memaksakan diri bagi berkendara dalam keadaan lelah.

“Rencana pungutan buat setiap pengendara itu dapat dikategorikan menghilangkan keamanan berkendara. Istirahat itu bagian dari keamanan berkendara,” kata Nizar dalam pesan singkatnya, Rabu (1/6/2016).

Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya tak diatur sama sekali masalah denda buat pemudik yg beristirahat terlalu lama. Jika denda itu diterapkan, maka bisa digolongkan ke dalam pungutan liar.

“Karena dasar hukum pungutan tak ada, maka aku sarankan itu dibatalkan saja,” kata dia.

Ia menambahkan, seandainya pemerintah ingin mengurangi kemacetan ketika arus mudik, ada cara yang lain yg mampu dilakukan, seperti digratiskannya tol atau membuat sistem tagihan online.

Dengan demikian, kemacetan yg terjadi terutama ketika memasuki pintu tol bisa teratasi.

Sebelumnya, pemerintah tengah mengkaji langkah bagi mengantisipasi kemacetan parah di jalan tol.

(baca: Berhenti Berjam-jam di “Rest Area” Saat Mudik, Bisa Didenda Rp 500.000)

Salah sesuatu langkah yg dikaji yakni dengan memberi denda kepada pengendara yg singgah terlalu lama di rest area.

“Kalau mau istirahat cukup 1 jam sampai 1,5 jam saja. Kalau lebih nanti kena penalti,” ujar Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto usai meeting koordinasi angkutan Lebaran, Jakarta, Jumat ( 27/5/2016).

Saat ini, kata dia, rencana denda itu masih selalu dibahas oleh pemerintah. Meski begitu, pemerintah telah menyebutkan besaran dendanya, yakni nominal Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Selain menggodok rencana, pemerintah juga sedang memikirkan cara mengantisipasi antrean di pintu tol.

Seperti diketahui, pinto tol yaitu salah sesuatu titik yg rawan kemacetan ketika volume kendaraan meningkat.

Kompas TV Jelang Mudik, Jonan: Terpenting Keselamatan

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose