Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Ryamizard Berharap Jokowi Bijak Sikapi Rekomendasi Dua Simposium Soal HAM Masa Lalu

Ryamizard Berharap Jokowi Bijak Sikapi Rekomendasi Dua Simposium Soal HAM Masa Lalu

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berharap Presiden Joko Widodo bisa mempertimbangkan secara bijak hasil beberapa simposium terkait penyelesaian hak asasi manusia (HAM) pada masa lalu, baik Simposium Tragedi 1965 maupun Simposium Anti-PKI.

Hal tersebut diungkapkan Ryamizard seusai mengatakan sambutan dalam acara Simposium Nasional ‘Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain’ di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/6/2015).

“Dia (presiden) harus bijak. Dua-duanya dilihat, siapa. Baru dipertimbangkan yg benar dan enggak,” kata Ryamizard, Kamis pagi.

Namun, ia tetap teguh dengan pendiriannya bahwa tidak perlu ada pembongkaran kuburan massal korban peristiwa 1965 maupun kuburan korban-korban peristiwa HAM masa lalu.

Ia juga berpendapat bahwa negara tidak perlu meminta maaf terkait perisitiwa tersebut.

“Maafnya pribadi saja. Kalau negara dengan yg kecil, negara kalian kan besar,” ujar dia.

Ia pun meyakini bahwa PKI tidak kan bangkit dan tidak boleh bangkit karena ada peraturan perundang-undangan yg mengaturnya merupakan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP Berkaitan dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara Pasal 107 yg juga mengatur soal pidana penjara untuk pihak-pihak yg dianggap menghidupkan kembali nafas PKI.

“Bisa diancam sampai dengan 20 tahun (penjara). Itu ada di Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999,” kata Ryamizard.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose