Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Di Balik Adegan Kolong Meja “Prenjak”

Di Balik Adegan Kolong Meja Prenjak

Jakarta (ANTARA News) – Pemeran “Prenjak” yg menjadi film pendek terbaik Semaine de la Critique Festival Film Cannes 2016 berbagi cerita di balik adegan kolong meja.

Di sana, Diah (Rosa Winenggar) mengizinkan rekan kerjanya Jarwo (Yohanes Budyambara) buat melihat kemaluannya. Di tengah kegelapan, Jarwo cuma boleh menyalakan sebatang korek yg dijual Diah Rp10.000 per batang.

Sutradara Wregas Bhanuteja bekerjasama dengan beberapa model yg biasa dipotret tanpa busana bagi adegan yg menunjukkan alat kelamin secara eksplisit.

Sedangkan Rosa dan Yohanes harus berakting seakan mereka memang melihat alat kelamin masing-masing.

“Saya coba berakting sedikit nafsu, yg aku lihat hanya celana biasa,” tutur Yohanes pada penonton seusai pemutaran “Prenjak” di IFI Jakarta, Kamis (2/6) malam.

Adegan Jarwo berada di kolong meja harus diulang hingga belasan kali karena banyak kendala teknis. Meja yg sempit diisi oleh belasan kru. Panas, pengap, hingga keringat Yohanes bercucuran.

“Ada kru pemegang tisu juga,” seloroh Yohanes.

Ada saja alasan bagi mengulang adegan, akan dari suara yg tak terekam, hingga korek api yg kerap padam.

“Saya juga harus menahan posisi (duduk mengangkang) lama, karena dia (Yohanes) lama,” imbuh Rosa.

Rosa dan Yohanes adalah kawan dari sutradara Wregas yg awalnya diajak bermain tanpa honor. Wregas meminta mereka buat menjadi diri sendiri karena penokohan dalam film ditulis berdasarkan karakter keduanya.

“Saya telah kenal dari SMA, jadi ketika diajak, ya telah tak apa-apa,” kata Rosa yg baru kali ini berakting di depan kamera.

Bagi Yohanes, ini adalah kali keduanya bermain dalam film Wregas setelah “Lembusura” (2014).

Prenjak” adalah film pendek kelima Wregas Bhanuteja, setelah “Senyawa”, “Lembusura”, “Lemantun” dan “Floating Chopin”.

“Lembusura” berkompetisi dalam Berlinale Shorts Competition 2015 Festival Film Berlin juga Festival Film Internasional Hong Kong 2015.

“Lemantun” meraih Film Pendek Fiksi Terbaik CCI Short Film Festival 2015 dan Film Pendek Terbaik Apresiasi Film Indonesia 2015. Sementara “The Floating Chopin” mengikuti kompetisi Festival Film Internasional Hong Kong 2016.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose