Monday , June 26 2017
Topik Terhangat

Film “Pantja-Sila” Coba Hadirkan Kepingan Sejarah Indonesia

Film Pantja Sila Coba Hadirkan Kepingan Sejarah Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Pidato Soekarno di depan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, di Jakarta, sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yg disebut sebagai lahirnya rumusan Pancasila difilmkan dalam bentuk dokudrama dengan judul Pantja-sila: Cita-Cita & Realita yg diputar perdana Kamis malam (2/6).

Tino Saroengallo yg memproduseri film tersebut di Jakarta, Kamis, mengatakan, dokumen sejarah yg didramakan kembali lewat film tersebut sengaja dihadirkan bagi menyajikan sesuatu episode sejarah yakni lahirnya Pancasila.

Film berdurasi 79 menit dengan sesuatu episode menyajikan pidato Bung Karno yg diperankan oleh Tyo Pakusodewo tersebut dibuat buat menghadirkan sejarah yg tak terekspose.

“Tujuan film ini adalah buat mengisi, tidak mengurangi keping sejarah yg hilang,” kata Saroengallo.

Namun dia tak berharap film yg dibuat dengan cuma modal niat tersebut dapat mengubah orang yg menontonnya menjadi nasionalis.

Saerongallo mengembalikan pemahaman dan pandangan penonton terhadap film Pantja-sila dengan menyerahkan pada diri masing-masing.

Namun setidaknya, dia berpendapat, film Pantja-sila memberikan kepingan sejarah yg sangat utama dan harus disimak oleh masyarakat Indonesia.

“Di film ini pidato Soekarno tentang Pancasila ini murni dari pemikiran dia sebagai cendekia, bukan bangsawan atau negarawan apalagi presiden,” kata dia.

Dia menjelaskan ide pembuatan film tersebut bermula ketika dia membaca buku yg berisi tentang pidato Bung Karno ketika pertemuan BPUPKI itu.

Dia berniat buat memfilmkan momen Soekarno berpidato karena terpukau pada pemikiran Soekarno ketika sebelum menjadi presiden dan justru belum banyak diketahui masyarakat luas. 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose