Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Indonesia-Malaysia Gelar Patroli Laut Bersama

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menggelar patroli bersama Pemerintah Malaysia di perairan laut yg yaitu perbatasan beberapa negara.

Patroli yg memakai kata sandi Patkor Optima Malindo (Patroli Terkoordinasi Operasi Tindak Maritim Malaysia-Indonesia) itu sudah dimulai sejak pekan dulu di Klang, Malaysia dan hingga kini masih berlangsung.

“Unsur yg terlibat dari Indonesia, yakni KN Belut Laut 4802, KRI Siwar 646, KRI Tenggiri 865, dan KP Macam 002,” ujar Direktur Operasi Laut Bakamla RI Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Raharjo melalui siaran pers, Jumat (3/6/2016).

Upacara dimulainya patroli bersama itu digelar di PHN TLDM Port Klang, Malaysia.

Para delegasi RI yg hadir antara yang lain Asops Guskamlabar Kolonel Laut (P) Jaya Darmawan selaku Kasi Patroli Kapal Pengawas Wilayah Barat Kastaman, Kasubdit Patroli Kamla Zona Maritim Barat Mayor Laut (P) David Hastiadi, dan DJBC Kanwil Tanjung Balai Karimun Yan T. Sitorus. 

Sementara, delegasi Malaysia diwakili Timbalan Pengarah Kastam Dato’ Mohamad Sapian bin Haji Sanusi, Ketua Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Malaysia Dato’ Nasir bin Adam dan jajarannya.

Belum milik sistem keamanan laut yg sinergis

Direktur Hukum Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Yuli Dharmawanto mengatakan, Indonesia belum memiliki sistem keamanan laut yg bisa mensinergikan semua komponen.

Bakamla berusaha membentuk sistem tersebut sehingga semua stakeholder bisa bersinergi buat menjaga keamanan dan keselamatan di laut secara efektif dan efisien.

“Saat ini sedang dibentuk sistem keamanan dan keselamatan laut yg mampu digunakan oleh semua stakeholder, secara bersamaan dan real time buat memantau kondisi keamanan dan keselamatan laut. Diharapkan sistem ini mampu digunakan secara optimal oleh semua pemangku kepentingan di laut,” ujar dia.

Dharmawanto juga mengingatkan pentingnya pendekatan dan bimbingan untuk masyarakat pesisir.

Masyarakat pesisir yaitu garis terdepan dalam pengamanan dan keselamatan di laut.

Pemerintah sangat perlu menjadikan masyarakat pesisir sebagai agen keamanan dan keselamatan laut. Terlebih pelabuhan tikus di wilayah perbatasan masih marak.

“Hal tersebut bisa ditanggulangi dengan adanya kerja sama yg harmonis antara pemerintah dan masyarakat pesisir,” ujar dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose