Sunday , September 24 2017
Topik Terhangat

PT DKI Perberat Vonis Suryadharma Jadi 10 Tahun Penjara

PT DKI Perberat Vonis Suryadharma Jadi 10 Tahun Penjara

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak permohonan banding yg diajukan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali. Pengadilan Tinggi justru memperberat hukuman buat Suryadharma.

Juru bicara Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Heru Pramono mengatakan, majelis hakim justru tidak mengurangi hukuman untuk Suryadharma menjadi 10 tahun penjara.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis enam tahun penjara bagi Suryadharma. (Baca: Suryadarma Ali Divonis Enam Tahun Penjara)

“Pengadilan Tinggi membenarkan putusan pidana pada Pengadilan Tipikor,” ujar Heru ketika dihubungi, Kamis (2/6/2016).

Selain itu, Pengadilan Tinggi juga tidak mengurangi hukuman berupa pencabutan hak politik Suryadharma selama lima tahun setelah pidana penjara selesai dijalani.

Sementara itu, denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Suryadharma Ali tak berubah.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi menyatakan, Suryadharma terbukti menyalahgunakan jabatannya selaku menteri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 dan dalam penggunaan dana operasional menteri.

Atas penyalahgunaan wewenangnya, Suryadharma dianggap merugikan keuangan negara sebesar Rp 27.283.090.068 dan 17.967.405 riyal Saudi.

Dalam penyelenggaraan haji tersebut, Suryadharma menunjuk orang-orang tertentu yg tak memenuhi persyaratan menjadi petugas panitia penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun dianggap memanfaatkan sisa kuota haji nasional dengan tak berdasarkan prinsip keadilan.

Suryadharma mengakomodasi pula permintaan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat bagi memasukkan orang-orang tertentu supaya mampu naik haji gratis dan menjadi petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi.

Tak cuma itu, dia juga memasukkan orang-orang dekatnya, termasuk keluarga, ajudan, pengawal pribadi, dan sopir terdakwa ataupun sopir istri terdakwa agar bisa menunaikan ibadah haji secara gratis.

Suryadharma juga dianggap memakai dana operasional menteri (DOM) bagi kepentingan pribadinya.

Selama menjadi menteri, DOM yg bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara yg diterima Suryadharma berjumlah Rp 100 juta per bulan. Suryadharma memakai DOM buat biaya pengobatan anaknya sebesar Rp 12,4 juta.

Selain itu, ia juga membayar ongkos transportasinya beserta keluarga dan ajudan ke Singapura buat liburan sebesar Rp 95.375.830.

Ia juga memakai dana tersebut dalam membayar biaya pengurusan visa, membeli tiket pesawat, pelayanan di bandara, transportasi, dan akomodasi buat dia beserta keluarga dan ajudan ke Australia sebesar Rp 226.833.050.

Dalam penyelenggaraan haji tahun 2015, Suryadharma meloloskan penawaran penyewaan rumah jemaah haji yg diajukan pengusaha di Arab Saudi, Cholid Abdul Latief Sodiq Saefudin.

Sementara itu, dia tahu bahwa pemondokan tersebut telah berkali-kali ditolak oleh tim penyewaan perumahan haji. Sebagai imbalan, Suryadharma menerima kiswah atau kain penutup Kabah dari Cholid.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose