Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Sopir Hingga Ajudan Nurhadi Pun Menghilang Saat Akan Diperiksa KPK

Sopir Hingga Ajudan Nurhadi Pun Menghilang Saat Akan Diperiksa KPK

JAKARTA, KOMPAS.com – Satu per satu, orang-orang dekat Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurachman, “menghilang”.

Mulai dari supir yg berstatus sebagai pegawai negeri sipil, hingga anggota Brimob yg dibayar sebagai ajudan, hingga ketika ini belum memenuhi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam tiga bulan terakhir, nama Nurhadi menjadi sorotan penting. Keterlibatan pejabat di lembaga peradilan tertinggi di Indonesia tersebut dikaitkan dengan sejumlah masalah suap.

Terakhir, Nurhadi diduga terlibat dalam masalah suap masalah hukum yg melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tak lama setelah melakukan operasi tangkap tangan terhadap pemberi dan penerima suap, penyidik KPK melakukan penggeledahan di kediaman Nurhadi, di Jalan Hang Lekir, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen dan uang berjumlah Rp 1,7 miliar yg terdiri dari berbagai pecahan mata uang asing.

Sejumlah orang dekat yg diduga mengetahui kasus suap tersebut dipanggil KPK. Namun, dua di antaranya tak kooperatif, bahkan menghilang tanpa jejak.

Pertama, KPK memanggil Royani, sopir Nurhadi. Namun, hingga dua kali panggilan, Royani tak hadir tanpa memberikan keterangan.

KPK menduga, Royani dengan sengaja disembunyikan keberadaannya oleh Nurhadi, karena diduga kuat mengetahui sejauh mana keterlibatan Nurhadi dalam kasus suap di PN Jakpus.

(Baca juga: MA Peringatkan Royani agar Muncul dari Persembunyian)

Berikutnya, KPK memanggil empat anggota Polri yg yaitu anggota Brimob. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, keempat anggota Brimob tersebut yaitu ajudan Nurhadi.

“Info dari penyidik, mereka adalah ajudan Nurhadi,” ujar Yuyuk di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Menurut Yuyuk, keempat anggota Brimob tersebut diduga mengetahui hal-hal yg terkait keadaan Nurhadi, dan apa yg dikerjakan Nurhadi  terkait perkara suap tersebut.

Selain itu, mereka diduga mengetahui hubungan antara Nurhadi dan tersangka pemberi suap, Doddy Ariyanto Supeno (DAS).

Keempat polisi tersebut adalah Brigadir (Pol) Ari Kuswanto, Brigadir (Pol) Dwianto Budiawan, Brigadir (Pol)Fauzi Hadi Nugroho, dan Ipda Andi Yulianto.

(Baca juga: Usut Keterlibatan Nurhadi, KPK Akan Panggil Paksa 4 Polisi yg Mangkir)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi kepala satuan empat polisi yg tak memenuhi panggilan KPK buat diperiksa sebagai saksi.

Menurut Boy, empat polisi tersebut tak bisa memenuhi panggilan KPK karena dipindahtugaskan ke Poso dan bergabung Satgas Tinombala yg memburu kelompok teroris Santoso.

Pemindahan tugas tersebut sejak akhir Mei 2016. (Baca: 4 Polisi yg Mangkir dari Panggilan KPK Kini Berada di Poso)

Tak kooperatif

Peneliti Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP) Liza Farihah menilai, tindakan keempat anggota Polri tersebut tak kooperatif dan tak mendukung upaya pemberantasan korupsi yg melibatkan sektor peradilan.

Terlebih lagi, saksi yg dihadirkan adalah anggota polisi yg yaitu aparat penegak hukum.

Menurut Liza, petinggi Polri sebaiknya mampu bekerja sama dengan KPK, bagi menolong menghadirkan keempat anggota Brimob tersebut.

“Saya sangat menyesalkan orang-orang yg mangkir dari KPK. Bagaimanapun, mereka itu polisi, seharusnya mampu menempatkan diri sebagai penjaga ketertiban masyarakat,” kata Liza.

Panggil paksa

KPK sebelumnya sudah melayangkan surat pemanggilan untuk keempat polisi, yg juga dikirimkan kepada Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti.

KPK berharap petinggi Polri mampu menolong menghadirkan keempat polisi tersebut. Namun, hingga pemanggilan kedua, keempat anggota polisi tak juga hadir, bahkan tanpa memberikan keterangan.

Untuk itu, sesuai dengan prosedur pemanggilan, penyidik KPK bisa melakukan penjemputan paksa terhadap empat anggota polisi.

“Karena ini panggilan kedua, maka selanjutnya mulai disertai dengan penjemputan paksa,” kata Yuyuk. (Baca: Usut Keterlibatan Nurhadi, KPK Akan Panggil Paksa 4 Polisi yg Mangkir)

Kompas TV Sopir Nurhadi yg Hilang Dipecat

 
Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose